Akurat

Pintu Futures Catat Rekor Volume Trading di Agustus 2025

Demi Ermansyah | 22 September 2025, 22:20 WIB
Pintu Futures Catat Rekor Volume Trading di Agustus 2025

AKURAT.CO Pintu Futures, salah satu produk unggulan aplikasi aset kripto PINTU, mencatat lonjakan volume perdagangan signifikan dalam tiga bulan terakhir.

Sepanjang Juni hingga Juli 2025, volume transaksi naik hampir tiga kali lipat, sementara pada Agustus kembali mencetak rekor tertinggi dengan pertumbuhan 15 persen secara bulanan (month-to-month/MoM).

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menjelaskan pertumbuhan ini tidak lepas dari kombinasi faktor pasar yang mulai membaik dan hadirnya inovasi fitur di dalam platform.

“Volume trading Pintu Futures dari bulan Juni ke Juli naik hingga 170 persen. Lalu pada Agustus, meningkat lagi 15 persen MoM. Salah satu faktor pendorongnya adalah kehadiran fitur-fitur inovatif seperti Take Profit (TP)/Stop Loss (SL), indikator margin, hingga fitur terbaru price protection dan stop order,” ujar Iskandar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca Juga: Tesla Mendesain Ulang Pegangan Pintu Setelah Insiden Penumpang Terjebak

Selain inovasi fitur, penyelenggaraan Pintu Futures Trading Competition juga mendorong partisipasi trader. Kompetisi ini diikuti 3.500 peserta dengan total hadiah Rp130 juta. Di sisi lain, penempatan akses cepat Pintu Futures pada laman utama aplikasi sejak Agustus juga berkontribusi terhadap kenaikan trafik hingga 28% MoM.

“Seluruh pencapaian positif ini tentu tidak lepas dari dukungan pengguna PINTU yang setia, sekaligus berkontribusi pada peningkatan volume perdagangan aset kripto di Indonesia,” tambah Iskandar.

Secara nasional, transaksi aset kripto terus menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto pada Juli 2025 mencapai Rp52,46 triliun, tumbuh 62,36% dibandingkan Juni yang sebesar Rp32,31 triliun.

Khusus transaksi derivatif kripto, bursa kripto CFX melaporkan nilai transaksi semester I-2025 telah menembus Rp33,54 triliun. Data ini sejalan dengan laporan Chainalysis yang menempatkan Indonesia pada peringkat ketujuh dunia untuk tingkat adopsi kripto.

Baca Juga: Impor BBM Satu Pintu Lewat Pertamina Dinilai Perlu Kajian Mendalam

“Indonesia punya potensi besar dalam industri kripto. Ini menjadi pekerjaan bersama para pelaku pasar, regulator, dan investor agar adopsi kripto terus meningkat, sehingga industri ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian negara,” kata Iskandar.

Meski tren kripto di Indonesia terus naik, PINTU mengingatkan risiko tinggi dalam perdagangan derivatif kripto. Menurut Iskandar, pemahaman konsep dasar, manajemen risiko, dan penggunaan dana dingin (uang yang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari) sangat penting sebelum terjun ke pasar derivatif.

Sebagai bentuk dukungan, PINTU menyediakan materi edukasi lengkap seputar perdagangan derivatif melalui Pintu Academy, kanal YouTube, serta platform aplikasi PINTU.

“Edukasi adalah kunci agar investor dan trader bisa memanfaatkan peluang tanpa terjebak risiko yang tidak perlu,” ujarnya.

Dengan tren positif ini, industri kripto di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang, baik dari sisi volume transaksi maupun jumlah pengguna, sejalan dengan meningkatnya penetrasi teknologi finansial di masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.