Wamenkeu: Transfer ke Daerah Naik, Belanja Pemda Malah Lesu

AKURAT.CO Pemerintah Pusat mencatat penyaluran transfer ke daerah (TKD) hingga akhir Agustus 2025 telah mencapai Rp572,5 triliun, atau 62,1% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp562,1 triliun. Namun, penyerapan anggaran oleh pemerintah daerah justru menunjukkan perlambatan, terutama belanja modal.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyebutkan belanja modal daerah pada tahun ini lebih lambat 32,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut menyebabkan dana pemerintah daerah yang tersimpan di perbankan meningkat signifikan hingga Rp233,11 triliun.
Baca Juga: Biayai APBN 2025, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp463,7 Triliun per Agustus
”Transfer ke daerah sudah lebih tinggi dari tahun lalu, tetapi belanja daerah justru lebih rendah. Ini artinya ada keterlambatan realisasi,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Menurut dia, perlambatan belanja daerah salah satunya dipengaruhi oleh pergantian kepemimpinan di sejumlah daerah, serta kebijakan pencadangan anggaran yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Pemerintah pusat berharap pemerintah daerah segera mempercepat realisasi belanja, terutama di tiga bulan terakhir tahun ini. Akselerasi belanja diyakini dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Baca Juga: TKD Naik Rp43 Triliun, Defisit RAPBN 2026 Melebar ke Rp689,1 Triliun
”Dana transfer tetap lebih tinggi. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana pemda mempercepat penyerapan anggaran. Jika belanja tidak dipercepat, potensi mendorong ekonomi daerah bisa terhambat,” ujar Suahasil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









