Akurat

Strategi Investasi Kripto Aman untuk Pemula ala Yudhono Rawis

Hefriday | 13 September 2025, 16:40 WIB
Strategi Investasi Kripto Aman untuk Pemula ala Yudhono Rawis

AKURAT.CO Pasar aset kripto dikenal sebagai salah satu instrumen investasi dengan tingkat fluktuasi tinggi. Harga koin digital dapat bergerak naik-turun secara drastis dalam hitungan jam bahkan menit.

Kondisi ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari sentimen pasar, perkembangan teknologi, hingga regulasi global. Situasi tersebut kerap membuat investor pemula bingung menentukan langkah awal.

Founder Floq sekaligus mantan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menegaskan pentingnya strategi yang tepat sejak awal agar investor baru tidak terjebak hanya mengikuti tren. Menurutnya, memahami risiko serta menyiapkan langkah bijak menjadi kunci utama.

Baca Juga: 5 Kesalahan Umum Trader Kripto Pemula yang Harus Dihindari

“Investasi kripto bukan sekadar ikut arus, tapi soal pengelolaan risiko. Pemula perlu bekal dasar sebelum benar-benar terjun,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

Langkah pertama yang perlu diperhatikan investor pemula, kata Yudhono, adalah memulai dengan nominal kecil. Dana yang ditempatkan sebaiknya tidak mengganggu kebutuhan utama maupun tabungan darurat. Dengan cara ini, risiko kerugian dapat lebih terkendali sekaligus memberi ruang bagi pemula untuk belajar memahami pola pasar.

Selain itu, diversifikasi portofolio menjadi strategi penting. Investor disarankan untuk tidak menaruh seluruh dana pada satu jenis koin digital. Penyebaran investasi pada beberapa aset kripto akan membantu mengurangi risiko ketika salah satu aset mengalami penurunan signifikan.

“Diversifikasi adalah cara untuk melindungi nilai portofolio,” tambah Yudhono.

Tak kalah penting, riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) perlu dilakukan sebelum membeli aset. Pemahaman mengenai fungsi, manfaat, hingga risiko tiap koin kripto wajib dimiliki agar keputusan investasi tidak semata-mata didasarkan pada tren sesaat.

“Hindari keputusan hanya karena mendengar kabar ramai di media sosial,” tegasnya.

Yudhono juga menekankan agar investor memilih platform transaksi resmi. Bursa kripto yang berizin dan diawasi regulator akan memberi perlindungan lebih baik bagi investor, sekaligus mengurangi risiko penipuan maupun kerugian akibat bursa ilegal.

Baca Juga: Aplikasi PINTU Raih Arjuna Award dari Bursa Kripto CFX

Dalam hal strategi jangka panjang, Yudhono menyarankan agar investor tidak panik menghadapi fluktuasi harga harian. Ia mendorong pemula untuk memiliki horizon investasi menengah hingga panjang, yakni 6 bulan hingga 5 tahun. Dengan cara ini, gejolak jangka pendek tidak akan terlalu memengaruhi keputusan investasi.

Bagi pemula yang ingin mulai mencoba, Yudhono memberikan rekomendasi lima aset kripto yang dinilai memiliki rekam jejak kuat dan adopsi luas. Kelima koin tersebut adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), Binance Coin (BNB), dan XRP (XRP).

“Aset-aset ini punya ekosistem yang matang serta prospek jangka panjang. Lebih aman dibanding langsung masuk ke altcoin yang belum jelas,” jelasnya.

Bitcoin disebut sebagai kripto pertama sekaligus terbesar yang kerap dijuluki “emas digital”. Ethereum, di sisi lain, menjadi fondasi ribuan aplikasi decentralized finance (DeFi) dan NFT. Sementara itu, Solana menarik perhatian karena kecepatan transaksi dan biaya rendah, menjadikannya populer di sektor DeFi, NFT, dan gaming.

Adapun Binance Coin menjadi tulang punggung ekosistem Binance yang menopang ribuan proyek di Binance Smart Chain. Sedangkan XRP menonjol berkat keunggulannya dalam transaksi lintas negara yang cepat dan efisien, serta telah banyak bekerja sama dengan institusi keuangan global.

Dengan strategi tepat, riset mendalam, dan pemilihan aset yang lebih teruji, Yudhono meyakini investor pemula dapat meminimalisasi risiko sekaligus meraih peluang di pasar kripto.

“Yang terpenting adalah disiplin dan kesabaran. Pasar kripto memang bergejolak, tetapi dengan persiapan matang, potensi keuntungan tetap terbuka lebar,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi