Sri Mulyani Diganti, Arah Kebijakan Fiskal Era Prabowo Jadi Sorotan

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan kabinet atau reshuffle pada beberapa kementerian strategis. Salah satu keputusan yang paling mencuri perhatian publik adalah pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Pengumuman reshuffle disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta. Dirinya menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari penyegaran kabinet untuk memperkuat kinerja pemerintah di tengah dinamika ekonomi global.
“Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan kabinet merah putih pada beberapa jabatan kementerian,” ujar Prasetyo di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Baca Juga: Cukai Minuman Manis Akan Berlaku 2026, Kemenkeu Tegaskan Aspek Kesehatan
Peran Sentral Sri Mulyani
Seperti yang diketahui, Sri Mulyani selama hampir satu dekade terakhir dikenal sebagai figur penting dalam menjaga stabilitas fiskal Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Keuangan memainkan peran sentral dalam menavigasi perekonomian nasional melewati pandemi Covid-19 hingga gejolak global yang ditandai ketidakpastian harga komoditas dan nilai tukar.
Kebijakan disiplin anggaran, pengelolaan utang yang hati-hati, hingga digitalisasi sistem perpajakan menjadi warisan penting Sri Mulyani.
Baca Juga: Kemenkeu Tegaskan Video Sri Mulyani soal Guru Beban Negara Adalah Hoaks
Tidak sedikit kalangan menilai keberadaannya memberi kredibilitas tinggi bagi Indonesia di mata pasar internasional.
Meski demikian, dinamika politik dan kebutuhan penyelarasan visi ekonomi pemerintahan baru membuat posisi Menteri Keuangan mengalami perubahan.
Tidak menunggu lama, prediksi-prediksi nama yang akan menggantikan Sri Mulyani semakin menggaung, salah satunya yakni Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.
Siapapun penggantinya, tantangan yang menanti tidak ringan. Defisit APBN 2025 perlu dijaga tetap terkendali, sementara pembiayaan pembangunan di bidang pangan, infrastruktur, dan pertahanan membutuhkan dukungan fiskal besar.
Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah, pengelolaan utang, serta upaya memperluas basis pajak tetap menjadi pekerjaan rumah utama.
Dampak pada Kepercayaan Pasar
Penggantian Sri Mulyani tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai arah kebijakan fiskal Indonesia ke depan. Pasar keuangan dinilai akan mencermati dengan seksama sosok pengganti dan langkah-langkah awal yang diambil.
Sebab konsistensi kebijakan sangat krusial untuk menjaga kepercayaan investor. Kredibilitas fiskal yang dibangun selama ini perlu dilanjutkan agar persepsi positif terhadap Indonesia tidak terganggu.
Terlepas dari dinamika politik, warisan Sri Mulyani di Kementerian Keuangan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan. Transparansi fiskal, reformasi birokrasi, serta komitmen menjaga defisit dan utang dalam batas aman dinilai menjadi modal kuat bagi pemerintahan Prabowo.
Kini, sorotan publik tertuju pada siapa yang akan dipercaya Presiden untuk memegang kendali Kementerian Keuangan. Sosok tersebut akan menentukan apakah stabilitas yang selama ini dijaga tetap bisa dipertahankan di tengah gejolak global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










