Akurat

Literasi Keuangan Lemah, Gen Z Mudah Tergoda Investasi Ilegal

Andi Syafriadi | 6 September 2025, 20:50 WIB
Literasi Keuangan Lemah, Gen Z Mudah Tergoda Investasi Ilegal

AKURAT.CO Generasi Z dikenal adaptif terhadap teknologi dan cepat menyerap informasi baru. Tak heran, mereka juga mulai melirik investasi sejak usia muda. Akses mudah melalui aplikasi keuangan digital membuat saham, reksa dana, hingga kripto menjadi instrumen yang populer.

Namun, tren ini tidak sepenuhnya positif. Banyak anak muda terjebak pada skema investasi bodong yang menjanjikan keuntungan cepat. Rendahnya literasi keuangan membuat mereka mudah tergoda, apalagi jika ditambah pengaruh promosi masif di media sosial.

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (6/9/2025), masalah ini diperburuk dengan minimnya kebiasaan melakukan riset sebelum berinvestasi. Sebagian besar hanya ikut-ikutan tanpa memahami risiko dan mekanisme instrumen keuangan. Akibatnya, ketika terjadi kerugian, mereka kehilangan seluruh modal.

Baca Juga: Ramalan Keuangan Zodiak Terbaru 6 September 2025: Leo, Gemini, Virgo, dan Capricorn

Kondisi ini tentu berbahaya jika terus berlanjut. Alih-alih memperkuat kondisi keuangan, investasi justru menjadi beban dan memunculkan trauma. Padahal, berinvestasi sejak dini seharusnya menjadi jalan untuk menciptakan generasi mapan secara finansial.

Solusi dari persoalan ini adalah peningkatan literasi keuangan. Edukasi tentang cara mengenali investasi legal, memahami risiko, hingga menyusun strategi portofolio sederhana perlu diperluas, baik melalui sekolah, komunitas, maupun platform digital.

Bagi Gen Z, langkah awal bisa dimulai dengan membedakan investasi dari spekulasi. Investasi sehat biasanya memiliki dasar hukum jelas, lembaga pengawas resmi, serta imbal hasil yang masuk akal. Sementara itu, skema yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat patut dicurigai.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini 6 September 2025: Cinta, Karier, Keuangan, dan Kesehatan!

Tips lain yang penting adalah memulai dari nominal kecil. Dengan modal terbatas, Gen Z dapat belajar memahami pasar tanpa khawatir kehilangan terlalu banyak uang. Seiring meningkatnya pemahaman, barulah mereka bisa memperbesar portofolio.

Diversifikasi juga menjadi kunci. Jangan menaruh seluruh dana pada satu instrumen. Kombinasi antara aset rendah risiko seperti deposito atau reksa dana pasar uang, dengan instrumen berisiko seperti saham, bisa menyeimbangkan potensi kerugian.

Selain itu, Gen Z sebaiknya menetapkan tujuan investasi yang jelas. Apakah untuk dana darurat, membeli rumah, atau persiapan pensiun. Dengan tujuan yang terukur, strategi investasi akan lebih terarah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi