El Salvador Pindahkan Cadangan Bitcoin ke Alamat Digital Baru
Hefriday | 31 Agustus 2025, 23:21 WIB

AKURAT.CO El Salvador, negara pertama di dunia yang menetapkan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, kembali membuat langkah strategis terkait aset kripto nasionalnya.
Pemerintahan Presiden Nayib Bukele memutuskan untuk memindahkan cadangan Bitcoin negara tersebut ke sejumlah alamat digital baru, setelah sebelumnya seluruh kepemilikan hanya tersimpan di satu alamat utama.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan keamanan aset negara. Dengan menyebarkan cadangan ke banyak alamat, risiko terhadap peretasan maupun kehilangan data dapat ditekan.
Kantor Bitcoin Nasional menyebutkan, setiap alamat baru akan menampung hingga 500 Bitcoin, setara sekitar Rp895 miliar berdasarkan nilai terkini.
Lebih lanjut, pemerintah El Salvador juga berkomitmen menjaga transparansi kepemilikan aset digitalnya. Mereka berencana menyediakan dasbor publik yang dapat diakses masyarakat untuk memantau saldo di masing-masing alamat. Dengan begitu, publik bisa mengawasi langsung pergerakan cadangan Bitcoin negara tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (31/8/20250, sejak melegalkan Bitcoin pada 2021, El Salvador terus mengonsolidasikan posisinya sebagai pionir dalam pemanfaatan aset digital.
Lebih lanjut, pemerintah El Salvador juga berkomitmen menjaga transparansi kepemilikan aset digitalnya. Mereka berencana menyediakan dasbor publik yang dapat diakses masyarakat untuk memantau saldo di masing-masing alamat. Dengan begitu, publik bisa mengawasi langsung pergerakan cadangan Bitcoin negara tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (31/8/20250, sejak melegalkan Bitcoin pada 2021, El Salvador terus mengonsolidasikan posisinya sebagai pionir dalam pemanfaatan aset digital.
Hingga Jumat lalu, tercatat pemerintah menguasai sekitar USD682 juta atau setara Rp11,18 triliun dalam bentuk Bitcoin. Jumlah tersebut menjadikan negara kecil di Amerika Tengah itu salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia di level institusi.
Selain sekadar menyimpan aset, El Salvador juga menggagas berbagai program ambisius yang bertujuan memperluas ekosistem kripto di negaranya.
Selain sekadar menyimpan aset, El Salvador juga menggagas berbagai program ambisius yang bertujuan memperluas ekosistem kripto di negaranya.
Salah satu yang paling disorot adalah proyek Bitcoin City, yang diumumkan pada November 2021. Kota futuristik ini direncanakan berdiri di La Unión, di kaki Gunung Conchagua.
Bitcoin City disebut akan menjadi kota pintar yang sepenuhnya didukung oleh energi panas bumi dari gunung berapi. Energi tersebut akan digunakan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung aktivitas penambangan Bitcoin, menjadikannya salah satu proyek energi terbarukan dan blockchain terbesar di dunia.
Selain itu, El Salvador juga telah meluncurkan jaringan ATM Bitcoin untuk mempermudah warganya dalam bertransaksi menggunakan mata uang digital. Layanan ini memungkinkan masyarakat menukar Bitcoin dengan dolar AS, yang hingga kini masih menjadi mata uang resmi negara tersebut selain Bitcoin.
Tak berhenti di sana, El Salvador dikabarkan tengah menyiapkan Bank Bitcoin pertama di dunia. Institusi keuangan ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat layanan keuangan berbasis kripto, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai hub global untuk aset digital.
Langkah berani El Salvador memang menuai pro dan kontra. Di satu sisi, penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi memberikan peluang besar dalam menarik investor dan pelaku industri teknologi finansial.
Bitcoin City disebut akan menjadi kota pintar yang sepenuhnya didukung oleh energi panas bumi dari gunung berapi. Energi tersebut akan digunakan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung aktivitas penambangan Bitcoin, menjadikannya salah satu proyek energi terbarukan dan blockchain terbesar di dunia.
Selain itu, El Salvador juga telah meluncurkan jaringan ATM Bitcoin untuk mempermudah warganya dalam bertransaksi menggunakan mata uang digital. Layanan ini memungkinkan masyarakat menukar Bitcoin dengan dolar AS, yang hingga kini masih menjadi mata uang resmi negara tersebut selain Bitcoin.
Tak berhenti di sana, El Salvador dikabarkan tengah menyiapkan Bank Bitcoin pertama di dunia. Institusi keuangan ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat layanan keuangan berbasis kripto, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai hub global untuk aset digital.
Langkah berani El Salvador memang menuai pro dan kontra. Di satu sisi, penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi memberikan peluang besar dalam menarik investor dan pelaku industri teknologi finansial.
Namun di sisi lain, volatilitas tinggi Bitcoin kerap menimbulkan risiko terhadap stabilitas fiskal negara.
Meski begitu, Presiden Nayib Bukele tampaknya tidak goyah. Ia menegaskan bahwa adopsi Bitcoin adalah strategi jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi negaranya.
Meski begitu, Presiden Nayib Bukele tampaknya tidak goyah. Ia menegaskan bahwa adopsi Bitcoin adalah strategi jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi negaranya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









