Akurat

Kredit Investasi Tumbuh 12,53 Persen, OJK: Ekonomi Bergerak Positif

Andi Syafriadi | 29 Juli 2025, 12:40 WIB
Kredit Investasi Tumbuh 12,53 Persen, OJK: Ekonomi Bergerak Positif

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit investasi mencapai 12,53% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2025. Kinerja ini menjadi yang tertinggi dibandingkan jenis kredit lainnya dan menjadi sinyal positif atas pergerakan aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyebutkan, pertumbuhan kredit investasi menjadi pendorong utama kenaikan kredit perbankan secara keseluruhan yang tumbuh 7,77% yoy menjadi Rp8.059,79 triliun pada Juni 2025.

"Ini mencerminkan optimisme dunia usaha terhadap prospek ekonomi ke depan," kata Mahendra di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga: OJK: Likuiditas dan Permodalan Perbankan Kuat, NPL Rendah

Selain kredit investasi, kredit konsumsi juga mencatat pertumbuhan sebesar 8,49% yoy, sementara kredit modal kerja hanya tumbuh 4,45% yoy. Hal ini menunjukkan sektor konsumsi tetap resilient, namun aktivitas produksi masih perlu ditingkatkan.

Dari sisi debitur, Mahendra mengungkapkan bahwa kredit korporasi mencatat pertumbuhan 10,78% yoy, menandakan sektor industri besar mulai meningkatkan ekspansi. Namun, pertumbuhan kredit untuk sektor UMKM tercatat lebih rendah yakni hanya 2,18% yoy, yang dinilai masih menjadi tantangan tersendiri.

"UMKM perlu terus didorong agar bisa berperan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross tercatat 2,22%, dan NPL net di level 0,84%. Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil di angka 9,73%.

Baca Juga: OJK Dorong Skema Pembiayaan Inklusif untuk Koperasi Desa Merah Putih

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 6,96% yoy menjadi Rp9.329 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari giro sebesar 10,35% yoy.

Ketahanan sistem keuangan pun dinilai solid, tercermin dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan yang tinggi di level 25,79%. Rasio likuiditas juga tetap aman dengan AL/NCD sebesar 118,78% dan AL/DPK 27,05%, jauh di atas batas minimal.

Mahendra menegaskan, stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global, termasuk gejolak geopolitik dan tensi perdagangan dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A