Akurat

Gen Z RI Terdepan Soal Penggunaan QRIS

Hefriday | 18 Juli 2025, 23:44 WIB
Gen Z RI Terdepan Soal Penggunaan QRIS

AKURAT.CO Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Himawan Kusprianto, mengungkapkan bahwa generasi Z memiliki peran besar dalam mendorong adopsi sistem pembayaran digital berbasis kode respons cepat atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Menurutnya, partisipasi aktif generasi Z menjadi penopang utama perkembangan pesat QRIS di tanah air.

“Perkembangannya akseleratif. Apalagi ini didorong oleh generasi Z, bahkan sebentar lagi mereka banyak yang masuk ke dunia kerja. Mereka sangat confident,” ujar Himawan dalam kegiatan Media Gathering BI Jawa Timur di Malang, Jumat (18/7/2025).
 
Hingga awal tahun 2025, tercatat jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah mencapai 56,28 juta orang. Dari sisi pelaku usaha, jumlah merchant yang menerima pembayaran QRIS mencapai 38,1 juta, sementara jumlah mesin Electronic Data Capture (EDC) yang mendukung sistem ini telah menyentuh angka 2,3 juta unit.
 
 
Generasi Z menyumbang kontribusi sebesar 27,94% terhadap total pengguna QRIS lintas generasi. Mereka menjadi kelompok usia terbesar yang memanfaatkan sistem pembayaran ini, mengalahkan kelompok usia lainnya seperti milenial, generasi X, baby boomer, hingga generasi alpha.
 
Secara lebih rinci, pengguna QRIS dari kalangan generasi Z tercatat sebanyak 75,49 juta orang. Sementara itu, generasi milenial menyumbang 69,9 juta pengguna (25,87%), generasi X sebanyak 59,12 juta (21,88%), generasi baby boomer 31,23 juta (11,56%), dan generasi alpha sekitar 29,9 juta (10,88%).
 
Masifnya penggunaan QRIS yang didorong oleh generasi Z dan milenial telah berkontribusi pada peningkatan volume transaksi yang signifikan.
 
Sejak diluncurkan pada tahun 2020 hingga awal 2025, volume transaksi QRIS telah menembus angka 1,02 miliar. Angka ini jauh melampaui pencapaian transaksi kartu debet (GPN) yang hanya mencapai 89,06 juta dalam periode delapan tahun sejak 2018.
 
“Dalam waktu kurang dari enam tahun, volume transaksi QRIS jauh lebih besar dibandingkan penggunaan kartu debet nasional yang sudah berjalan lebih lama,” jelas Himawan.
 
Selain faktor generasi, sektor usaha juga menjadi penyumbang besar dalam perkembangan QRIS. Dari total 38,1 juta merchant pengguna QRIS, mayoritas merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kontribusi UMKM terhadap total merchant mencapai sekitar 93 persen.
 
Jika dirinci, sebanyak 57,52% berasal dari pelaku usaha skala mikro, 29,59% skala kecil, 5,89% skala menengah, dan hanya 3,37% yang merupakan pelaku usaha skala besar. Ini menegaskan bahwa QRIS menjadi solusi pembayaran digital yang sangat relevan dan inklusif untuk sektor usaha kecil.
 
Dengan pertumbuhan yang pesat ini, BI terus mendorong penguatan ekosistem pembayaran digital agar semakin efisien, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Peran aktif generasi muda dinilai sangat strategis dalam mewujudkan transformasi sistem pembayaran nasional berbasis digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa