QRIS Tap Dorong Revolusi Pembayaran Transportasi, BI Targetkan Ekspansi ke Semua Moda

AKURAT.CO Inovasi terbaru dari Bank Indonesia dalam sistem pembayaran digital, QRIS Tap, mencatat pencapaian signifikan hanya dalam waktu satu bulan setelah diluncurkan. Dengan nilai transaksi menembus Rp3,24 miliar, layanan tanpa pindai ini menjadi babak baru dalam efisiensi pembayaran, terutama di sektor transportasi publik.
Menurut Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, volume transaksi QRIS Tap telah mencapai 42,9 juta kali, dengan pengguna aktif sebanyak 20,8 juta orang dan didukung oleh 1,44 juta merchant. Ke depan, BI menargetkan perluasan penggunaan QRIS Tap ke seluruh moda transportasi seperti Damri, MRT, LRT, hingga KRL.
“Ini baru satu bulan. Ke depan, akan kita kembangkan terus ke berbagai sektor transportasi. Ini bagian dari visi besar sistem pembayaran nasional,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI April 2025.
Baca Juga: Transaksi Tanpa Ribet Pindai QR dengan QRIS Tap BCA
Transformasi ini menjadi bagian integral dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang mendorong digitalisasi inklusif dan terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.
Sejak pertama kali diimplementasikan pada 2019, QRIS telah menjadi game changer, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Saat ini, QRIS telah digunakan secara lintas negara, termasuk di Singapura, Malaysia, dan Thailand, dan akan segera merambah Jepang, India, Korea Selatan, Tiongkok, serta Arab Saudi melalui kerja sama antarbank sentral.
Per kuartal pertama 2025, pengguna QRIS secara keseluruhan mencapai 56,3 juta, dengan volume transaksi menyentuh 2,6 miliar kali dan nominal transaksi sebesar Rp262,1 triliun. Dari sisi pelaku usaha, sebanyak 38,1 juta merchant, mayoritas UMKM, telah memanfaatkan layanan ini.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan bahwa keseluruhan ekosistem pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan solid. Transaksi melalui aplikasi mobile dan internet tercatat sebanyak 10,76 miliar kali atau tumbuh 33,5% secara tahunan. Sementara transaksi melalui QRIS tumbuh 169,15% yoy, mencerminkan adopsi yang masif di masyarakat.
Baca Juga: Netzme Gebrak Dunia Fintech! QRIS Tap NFC Bikin Bayar Tinggal Tap!
Selain itu, sistem pembayaran ritel seperti BI-FAST dan BI-RTGS juga menunjukkan performa positif. Volume transaksi BI-FAST naik 57,68 yoy, sementara transaksi besar melalui BI-RTGS mencapai nilai Rp46.281,21 triliun.
Penguatan infrastruktur pembayaran ini turut ditopang oleh meningkatnya Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) yang tumbuh 15,51% yoy menjadi Rp1.240,12 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional
- 10Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia







