Akurat

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memulai Investasi?

Hefriday | 13 Juli 2025, 13:59 WIB
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memulai Investasi?

AKURAT.CO Kalimat “investasi itu penting” sudah sering terdengar di berbagai kesempatan. Namun, pertanyaan yang lebih krusial adalah kapan waktu yang tepat untuk memulainya? Apakah harus menunggu usia 30 tahun, gaji naik, atau kondisi ekonomi stabil?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Investasi adalah keputusan finansial yang tidak hanya bergantung pada waktu, tetapi juga kesiapan mental dan kondisi keuangan pribadi.

Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (13/7/2025), secara prinsip, semakin dini seseorang memulai investasi, maka hasil yang bisa diraih di masa depan akan lebih optimal. Hal ini disebabkan oleh efek compounding atau bunga berbunga, yang dapat mempercepat pertumbuhan dana dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Mandiri Sahabatku Akselerasi Literasi Keuangan dan Wawasan Investasi untuk Pekerja Migran di Malaysia

Misalnya, seseorang yang mulai investasi Rp500.000 per bulan di usia 23 tahun akan memperoleh hasil jauh lebih besar dibandingkan jika baru memulainya di usia 30 tahun, meski nominal investasinya sama.

Namun demikian, investasi sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru. Seperti membangun rumah, pondasi keuangan yang kuat harus didahulukan sebelum membangun lantai atas.

Sebelum mulai investasi, ada tiga hal penting yang harus dimiliki yaitu pertama, Dana Darurat, idealnya tersedia sebesar 3–6 bulan dari total pengeluaran bulanan untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau kondisi darurat medis. Ini penting agar tidak terpaksa menarik dana investasi saat nilai pasar sedang turun.

kedua, Bebas dari Utang Konsumtif, cicilan berbunga tinggi seperti kartu kredit dan pinjaman online sebaiknya dilunasi terlebih dahulu. Imbal hasil dari investasi umumnya tidak sebanding dengan bunga utang yang membebani keuangan.
 
Ketiga, Arus Kas Positif, pastikan pemasukan bulanan lebih besar dari pengeluaran. Bila masih hidup “gali lubang tutup lubang”, investasi bukanlah prioritas utama.

Investasi yang baik selalu berangkat dari tujuan yang jelas. Apakah ingin membeli rumah dalam lima tahun, pensiun dini, atau menyiapkan dana pendidikan anak? Menentukan target membantu memilih instrumen investasi yang sesuai berdasarkan jangka waktu, risiko, dan strategi.

Contohnya, reksa dana pasar uang cocok untuk target jangka pendek (kurang dari tiga tahun), sedangkan saham atau reksa dana saham lebih tepat untuk jangka panjang karena volatilitasnya yang tinggi.

Banyak orang menunda berinvestasi karena menunggu kondisi ekonomi membaik atau pasar pulih. Padahal, investasi bukan tentang menebak waktu terbaik, tetapi tentang konsistensi dan strategi jangka panjang. Ketika pasar turun, justru bisa menjadi peluang untuk membeli aset dengan harga lebih rendah.

Yang penting bukan menunggu “waktu emas”, tetapi kesiapan dari sisi finansial dan mental untuk menghadapi fluktuasi pasar.

Investasi tidak harus dimulai dengan dana besar. Nominal kecil seperti Rp100.000 pada produk reksa dana pun cukup sebagai awal. Yang terpenting adalah memahami profil risiko pribadi, apakah konservatif, moderat, atau agresif, agar bisa memilih instrumen yang sesuai.

Hindari keputusan investasi karena FOMO (Fear of Missing Out). Pahami bahwa semua investasi mengandung risiko. Tujuan utamanya bukan menghindari risiko sepenuhnya, tetapi mengelolanya agar sesuai dengan target dan kemampuan.

Tidak ada usia atau momen “pasti” untuk memulai investasi. Waktu terbaik adalah ketika seseorang sudah siap secara finansial, mental, dan memiliki tujuan yang jelas. Investasi bukan hanya untuk mereka yang sudah kaya, melainkan justru menjadi kendaraan untuk membangun kekayaan secara bertahap.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa