Kredit UKM Tumbuh Dua Digit, BCA Fokus Dorong Ekonomi Domestik di Tengah Gejolak

AKURAT.CO Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu ketidakpastian ekonomi global, namun PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) tetap menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan sektor riil domestik.
Fokus utama bank tertuju pada penguatan penyaluran kredit, terutama kepada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) serta ritel yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyebutkan bahwa meskipun pasar keuangan global tengah bergejolak, BCA mampu menjaga stabilitas portofolio kreditnya.
Total kredit yang disalurkan hingga Maret 2025 mencapai Rp941 triliun, naik 12,6% secara tahunan.
“Pertumbuhan ini menunjukkan resiliensi sektor riil Indonesia. Kami tetap berfokus pada fundamental dan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit,” kata Hera di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Baca Juga: Kerjasama Rp1 Triliun, BCA - Indodana Dorong Petumbuhan Layanan PayLater
Menurut Hera, BCA secara khusus menjaga suku bunga kredit tetap stabil, bahkan saat suku bunga global naik dalam dua tahun terakhir. Kebijakan ini, kata dia, sangat penting bagi sektor UKM dan ritel yang paling sensitif terhadap fluktuasi suku bunga.
“Meski The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, dan Bank Indonesia mengikuti tren global, kami berupaya menjaga keterjangkauan kredit, khususnya bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate di 5,50% pun dinilai positif oleh kalangan industri perbankan. Kebijakan ini memberi ruang bagi sektor produktif tetap tumbuh di tengah tekanan eksternal.
Baca Juga: Program Revitalisasi BCA Dorong Kopi Cikoneng Tembus 47 Ton per Tahun
Di sisi lain, Hera juga menyampaikan bahwa BCA terus mencermati kondisi global, termasuk potensi perubahan preferensi investasi dan dampak suku bunga global terhadap sentimen pasar dalam negeri.
Inovasi produk, digitalisasi layanan, serta penyempurnaan model bisnis menjadi bagian dari adaptasi BCA dalam menghadapi dinamika global yang cepat berubah.
Di tengah kekhawatiran terhadap risiko perlambatan ekonomi dunia, langkah BCA untuk tetap ekspansif dalam penyaluran kredit patut dicermati sebagai sinyal positif.
Ketika banyak entitas memilih menahan diri, keberanian BCA mendukung UKM bisa menjadi penopang penting bagi pemulihan ekonomi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







