Program Revitalisasi BCA Dorong Kopi Cikoneng Tembus 47 Ton per Tahun

AKURAT.CO Upaya revitalisasi kebun kopi yang digagas PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA bersama Yayasan Kopi Nasional (YKN) dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor membuahkan hasil menggembirakan.
Panen raya yang digelar di Kebun Kopi Cikoneng, Desa Tugu Utara, menandai peningkatan signifikan produksi dan kesejahteraan petani setempat.
Program revitalisasi yang dimulai sejak 2024 itu berhasil mendongkrak hasil panen secara drastis. Berdasarkan data yang dihimpun Bakti BCA, produksi kopi dari para peserta pembinaan di Kebun Kopi Cikoneng per April 2025 mencapai 47.640 kilogram.
Angka ini tercatat meningkat lebih dari 3,5 kali lipat dibandingkan masa sebelum revitalisasi dilakukan, jauh melampaui target awal peningkatan sebesar 120%.
Acara panen raya kali ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program revitalisasi tahap kedua untuk tahun 2025. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, Ketua Yayasan Kopi Nasional Litha Brent, serta Penyuluh Pertanian Ahli Muda Reza Septian.
Baca Juga: BCA Kembali Raih Penghargaan World's Best Banks 2025 dari Forbes
“BCA merasa bangga dapat mendampingi para petani di Kebun Kopi Cikoneng. Kami melihat sendiri bagaimana semangat dan kerja keras mereka membuahkan hasil luar biasa. Dengan peningkatan produksi hingga lebih dari 350 persen, kami berharap hal ini turut meningkatkan taraf hidup para petani,” ujar Hera dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Revitalisasi Kebun Kopi Cikoneng dilakukan di lahan seluas 10 hektare. Pada tahap pertama, para petani dari kelompok tani Cikoneng Lestari dan Lestari Maju Bersama mendapat pelatihan melalui Sekolah Lapang dari Distanhorbun serta bantuan alat dan bahan bertani dari Bakti BCA.
Sebelum program ini dijalankan, pendapatan tahunan petani hanya sekitar Rp137 juta. Kini, nilai tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi sekitar Rp420 juta per tahun.
Tahap kedua revitalisasi akan lebih fokus pada peningkatan produktivitas cherry kopi, peningkatan kapasitas petani, pemeliharaan kesuburan tanah, serta peningkatan kualitas hasil panen. Diharapkan, produksi kopi dapat meningkat hingga 53.000 kilogram dan mendongkrak pendapatan petani sekitar 60 persen dari sebelumnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura & Perkebunan Bogor, Entis Sutisna, menyambut baik komitmen BCA dalam mendukung pengembangan pertanian kopi. Ia menilai kolaborasi seperti ini memberikan dampak jangka panjang yang nyata, tidak hanya dari segi hasil panen, tetapi juga dalam penguatan daya saing kopi lokal.
Baca Juga: BCA Pertahankan Gelar World's Strongest Banking Brand dari Brand Finance
“Kemitraan ini sangat penting untuk memperluas pemahaman petani tentang praktik pertanian yang efektif. Selain meningkatkan produksi dan kualitas, hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan Kabupaten Bogor secara menyeluruh,” ucap Entis.
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, dengan keberagaman jenis kopi dari berbagai daerah. Kabupaten Bogor sendiri merupakan salah satu sentra kopi unggulan di Jawa Barat. Maka dari itu, pengembangan sektor ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi lokal.
Hera F. Haryn menutup sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan pihak yang terlibat. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kami yakin bahwa sinergi seperti ini adalah kunci dalam membangun masa depan yang lebih baik. Mari terus bekerja sama untuk mendorong kemajuan, sekaligus menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat desa,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










