Bank BCA dan Mandiri Masuk Deretan Paling Aman di Indonesia yang Diakui Dunia, Lalu Apa Lagi?

AKURAT.CO Keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam memilih tempat menyimpan uang.
Tidak hanya di dalam negeri, reputasi sebuah bank juga diuji di tingkat global. Lalu, apa saja bank paling aman di Indonesia yang juga mendapatkan pengakuan sebagai perusahaan paling terpercaya di dunia?
Peringkat Bank Paling Aman di Indonesia Versi Global
Berikut adalah enam bank Indonesia yang masuk dalam daftar perusahaan paling dipercaya dunia, sekaligus mencerminkan tingkat keamanan tinggi dan kepercayaan publik:
- Bank Central Asia (BCA): Menempati peringkat pertama di dunia dalam kategori bank. BCA dinilai unggul dalam keamanan digital, kualitas layanan, dan kepemimpinan perusahaan.
- Bank Mandiri: Berada di peringkat ke‑16. Bank Mandiri dikenal sebagai salah satu bank BUMN dengan fondasi keuangan yang kuat dan sistem pengelolaan risiko yang baik.
- Bank Rakyat Indonesia (BRI): Masuk peringkat ke‑17. BRI dipilih karena kemampuannya menjangkau masyarakat luas dengan sistem keamanan yang terus berkembang.
- Bank Syariah Indonesia (BSI): Menduduki peringkat ke‑30. Sebagai bank syariah terbesar, BSI menunjukkan bahwa sistem keuangan syariah pun mampu memenuhi standar global dalam hal kepercayaan dan keamanan.
- Bank Negara Indonesia (BNI): Berada di peringkat ke‑36. BNI terus meningkatkan performa melalui layanan digital yang aman dan inovatif.
- Bank BJB: Menempati peringkat ke‑57, menjadi satu-satunya bank pembangunan daerah yang diakui di tingkat dunia, menunjukkan efektivitas tata kelola dan keamanan sistemnya.
Mengapa Bank Aman Menjadi Pilihan Utama
Berdasarkan laporan resmi Newsweek dan Statista, kepercayaan terhadap sebuah bank dibangun dari tiga pilar utama yakni kualitas produk dan layanan, perlakuan terhadap karyawan, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Di tengah tantangan global seperti isu privasi data dan pemanfaatan AI, perusahaan yang mampu menjaga kepercayaan dianggap lebih stabil dan aman oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









