Akurat

Influencer Keuangan Felicia Putri Tjiasaka Terseret dalam Kasus Gagal Bayar Akseleran

Yosi Winosa | 21 Juni 2025, 18:04 WIB
Influencer Keuangan Felicia Putri Tjiasaka Terseret dalam Kasus Gagal Bayar Akseleran

AKURAT.CO Felicia Putri Tjiasaka, influencer keuangan meminta maaf lewat akun pribadi TikToknya usai mencuatnya kasus gagal bayar P2P lending Akseleran.

"Aku ngerti banyak yang kecewa sama aku, marah dan kesal taruh uang di P2P lending yang kesulitan bayar karena nonton videoku di waktu yang lalu," ucap Felicia dikutip Sabtu (21/6/2025).

Dalam video yang diunggah pada 18 Juni 2025 lewat akun pribadinya @felicia.tjiasaka. Dia menerangkan bahwa dirinya juga sempat menjadi lender Akseleran sejak 2020 dan berhenti mendanai pada 2023.

"Apakah saya mempromosikan, tetapi tidak investasi di Akseleran? Itu salah total karena saya pendanaan di situ (Akseleran) sejak 2020 dan berhenti sekitar 2023 karena situasi ekonomi yang memburuk," ujarnya dalam video tersebut.

"Saya minta maaf karena menjadi manusia yang bisa dan sering salah. Namun, saya tidak kabur," ungkapnya lagi.

Baca Juga: Cerita Anita, Lender Akseleran Asal Surabaya Terancam Kehilangan Rp470 Juta

Seperti diketahui, akseleran terancam gagal bayar usai wanprestasi gagal bayar 90 hari yang porsinya sudah lebih dari 50 persen total portofolio pembiayaan mereka.

Sebelumnya, Anita Carolina, lender Akseleran asal Surabaya mengunggah video bahwa dirinya terancam zonk alias kehilangan investasi Rp470 juta di Akseleran.

Ia mengaku tergiur investasi di Akseleran sejak Oktober 2022 lalu usai melihat rekomendasi dari Felicia Putri Tjiasaka.

Namun diketahui belakangan lewat Relationship Manager Akseleran bahwa Felicia Putri Tjiasaka sudah tak lagi menjadi lender di Akseleran sejak pasca Covid-19, padahal Felicia sendiri masih kerap merekomendaskan Akseleran.

"Pada saaat saja mengirim DM ke infuencer tersebut untuk menanyakan apakah masih menjadi lender di Akseleran, saya tak diacuhkan," ungkap Anita dengan penuh kekecewaan.

Anita hanya salah satu dari sekian lender yang apes. Tercatat hingga 20 Juni 2025, tingkat pembiayaan macet atau TWP90 Akseleran mencapai 54,89% meningkat dari posisi sebulan sebelumnya di level 37,88%.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman sempat menyampaikan bahwa OJK terus mendorong sejumlah fintech P2P lending bermasalah untuk melakukan berbagai upaya penyelesaian masalah, termasuk Akseleran.

"Penyelenggara tersebut terus didorong untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan, guna memastikan terpenuhinya hak para pemberi dana (lender), serta keberlanjutan usaha," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK beberapa waktu lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa