Akurat

Konflik Iran-Israel Berpotensi Membebani APBN, Sri Mulyani Minta Waspada

Demi Ermansyah | 17 Juni 2025, 20:15 WIB
Konflik Iran-Israel Berpotensi Membebani APBN, Sri Mulyani Minta Waspada

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai konflik bersenjata antara Iran dan Israel dapat menimbulkan tekanan serius terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, terutama dari sisi belanja energi.

Dalam pemaparannya di konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2025, Sri Mulyani menyebutkan bahwa gejolak harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah bisa berdampak langsung pada neraca migas Indonesia.

Meskipun realisasi harga minyak mentah saat ini masih berada di bawah asumsi makro APBN 2025, yakni USD82 per barel, namun risiko lonjakan harga tetap terbuka lebar.

“Pendapatan negara bisa naik dari sektor migas, tetapi belanja negara juga berpotensi membengkak karena kebutuhan impor minyak,” katanya.

Baca Juga: APBN Defisit Hingga Rp21 Triliun, Pemerintah Pastikan Tetap Terkendali

Per akhir Mei, harga minyak berada pada USD62,75 per barel, dengan rata-rata tahunan sebesar USD70,05 per barel. Namun, ketegangan di Timur Tengah dapat mendorong harga minyak melampaui asumsi tersebut, mengingat Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan energi.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menyusun kebijakan fiskal, terutama dalam merespons volatilitas harga komoditas global yang dipicu oleh faktor eksternal.

“APBN kita sangat dipengaruhi oleh kejadian perang di belahan bumi lain. Oleh karena itu, kehati-hatian dan kesiapsiagaan sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga: Produksi Minyak RI Tembus 610 Ribu Barel, Lampaui Target APBN 2025

Pemerintah, tambahnya, terus memantau kondisi global dan menyiapkan langkah mitigasi agar dampak terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat diminimalkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.