Akurat

Pasokan Turun, Volume Transaksi Bitcoin Global Susut 1,56 Persen Jadi USD3,4 Triliun

Hefriday | 12 Juni 2025, 13:47 WIB
Pasokan Turun, Volume Transaksi Bitcoin Global Susut 1,56 Persen Jadi USD3,4 Triliun
 
AKURAT.CO Pasar aset kripto kembali memerah dalam 24 jam terakhir. Meski harga Bitcoin (BTC) sempat mendekati rekor tertingginya, namun koreksi mulai terjadi di tengah penurunan volume perdagangan dan aksi akumulasi institusi yang mengurangi pasokan di pasar.
 
Berdasarkan data Coinmarketcap, Kamis (12/6/2025), kapitalisasi pasar kripto global turun 1,56% menjadi USD3,4 triliun dalam sehari terakhir.
 
Bitcoin sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tercatat melemah 1,4% dan kini berada di level USD108.674 per koin atau sekitar Rp1,76 miliar dengan asumsi kurs Rp16.278 per dolar AS.
 
Tidak hanya Bitcoin, koreksi juga dialami oleh sejumlah altcoin utama. Ethereum (ETH) mengalami penurunan 1,39% ke level USD2.776 per koin.
 
Sementara itu, Binance Coin (BNB) turun sebesar 0,83% ke angka USD667 per koin. Ini mencerminkan bahwa tren bearish sementara terjadi secara luas di pasar kripto.
 
 
Menariknya, meski harga BTC menurun, data on-chain menunjukkan tren yang justru berlawanan. Menurut laporan Cointelegraph, pasar saat ini memasuki fase akumulasi diam-diam. 
 
Pasokan Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan, baik di bursa maupun pasar over-the-counter (OTC), terus menyusut.
 
Sejak awal tahun 2025, cadangan Bitcoin di bursa kripto global telah berkurang sekitar 14% dan kini tinggal menyisakan sekitar 2,5 juta BTC.
 
Jumlah ini merupakan level terendah sejak Agustus 2022. Fenomena ini menandakan banyak investor besar, terutama institusi, memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang atau cold storage.
 
Tren serupa juga terjadi di pasar OTC. Berdasarkan data dari CryptoQuant, cadangan Bitcoin yang dikelola oleh alamat-alamat OTC terkait mining pool mengalami penurunan hampir 19% sejak Januari, kini hanya tersisa sekitar 134.252 BTC.
 
Artinya, suplai BTC di pasar besar non-bursa juga semakin terbatas.
 
Situasi ini membuat pasar berada dalam kondisi yang sangat sensitif. Pasokan yang menipis menciptakan tekanan dari sisi penawaran, sementara permintaan spot tetap relatif tinggi.
 
Ketidakseimbangan ini bisa memicu lonjakan harga secara tiba-tiba, khususnya ketika terjadi likuidasi posisi jual dalam jumlah besar.
 
Salah satu indikator menarik adalah funding rate di pasar derivatif yang sempat masuk ke wilayah negatif. Ini mengindikasikan banyak trader yang membuka posisi short atau bertaruh harga turun. 
 
Namun, justru di saat seperti ini, harga Bitcoin sempat melonjak dari USD104.000 ke USD110.000 dalam periode 6–8 Juni 2025.
 
Pola tersebut menunjukkan kekuatan pasar spot yang mampu menyerap tekanan jual dari pasar berjangka.
 
Jika kecenderungan ini berlanjut, bukan tidak mungkin harga Bitcoin kembali mencetak rekor baru dalam waktu dekat, terutama jika terdapat pemicu eksternal seperti likuidasi masif atau kabar positif dari sisi regulasi.
 
Dengan open interest di pasar futures yang mendekati rekor tertingginya, pasar saat ini berada dalam kondisi seperti pegas yang ditekan kuat.
 
Ketika ada pemicu kecil, baik berupa disrupsi di pasar derivatif maupun aksi beli besar-besaran, maka lonjakan harga eksplosif sangat mungkin terjadi.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa