7 Cara Praktis Mengatur Keuangan Pribadi agar Tak Bokek di Akhir Bulan

AKURAT.CO Banyak orang mengalami situasi serupa, gaji baru masuk, tapi belum sampai akhir bulan, saldo rekening sudah menipis. Padahal, kebutuhan hidup tetap berjalan. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh kurangnya perencanaan keuangan yang matang.
Mengatur keuangan pribadi bukan sekadar menabung. Lebih dari itu, penting untuk memahami pola pengeluaran dan membentuk strategi finansial yang terarah.
Berikut tujuh cara praktis yang dapat diterapkan untuk mengelola keuangan pribadi secara lebih hemat dan efisien dikutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: Wajib Adaptif dan Cerdas, Berikut 10 Tips Keuangan untuk Menghadapi Dinamika Ekonomi di Tahun 2025
1. Susun Anggaran Bulanan Secara Rinci
Langkah pertama adalah mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan tambahan. Sebab dengan memiliki anggaran yang jelas, kamu dapat menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
2. Terapkan Aturan 50/30/20
Metode ini dapat membantu menjaga keseimbangan keuangan:
- 50% untuk kebutuhan utama
- 30% untuk keinginan pribadi
- 20% untuk tabungan atau investasi
Penerapan prinsip ini memberikan ruang untuk menikmati hidup, tanpa mengabaikan kewajiban finansial jangka panjang.
Baca Juga: Musim Konser Tiba, Udah Siapin Budget-nya Belum? Cek Tips Keuangan Ini
3. Pisahkan Rekening Keuangan
Memisahkan rekening untuk kebutuhan harian, tabungan, dan dana darurat merupakan strategi cerdas.
Ini membantu menghindari penggunaan uang tabungan secara impulsif, serta mempermudah pengawasan arus kas.
4. Hindari Gaya Hidup Konsumtif
Pengaruh media sosial dan tren belanja online sering kali memicu keinginan untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan. Untuk menghindari pengeluaran membengkak, tahan diri dari FOMO (Fear of Missing Out) dan biasakan membeli sesuai kebutuhan, bukan karena iming-iming diskon.
5. Gunakan Aplikasi Keuangan Digital
Manfaatkan aplikasi pengelola keuangan seperti DompetKu, Finansialku, atau Jago untuk mencatat transaksi dan memantau pengeluaran secara otomatis. Aplikasi ini sangat cocok digunakan generasi muda karena praktis dan mudah diakses.
6. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat idealnya setara dengan 3–6 bulan pengeluaran rutin. Simpan dana ini di rekening terpisah yang mudah diakses saat dibutuhkan, tetapi tidak tercampur dengan uang kebutuhan harian.
7. Mulai Investasi Sejak Dini
Sisihkan sebagian dana dari pos tabungan untuk investasi. Kamu bisa mulai dengan nominal kecil melalui reksa dana, emas digital, atau saham blue-chip. Yang terpenting bukan besar kecilnya nominal, tetapi konsistensinya.
Kesalahan Umum dalam Mengatur Keuangan
Berikut beberapa kesalahan umum yang sebaiknya dihindari:
- Tidak mencatat pengeluaran harian: Tanpa catatan, kamu sulit mengevaluasi ke mana uangmu pergi.
- Menabung hanya jika ada sisa: Menabung harus menjadi prioritas, bukan sisa belanja.
- Tergoda diskon atau promo: Diskon bukan berarti hemat jika barangnya tidak dibutuhkan.
- Cicilan terlalu besar: Cicilan lebih dari 30% dari penghasilan bisa mengganggu stabilitas keuangan.
- Tidak punya dana darurat: Saat musibah datang, kamu akan kesulitan jika tidak memiliki dana cadangan.
Mengelola keuangan pribadi bukan soal besar kecilnya penghasilan, melainkan tentang kedisiplinan dan perencanaan. Dengan membuat anggaran, memisahkan rekening, serta memulai investasi sejak dini, kamu bisa membangun masa depan keuangan yang lebih stabil dan terarah.
Mulailah dari langkah kecil hari ini. Kebiasaan finansial yang baik akan memberi dampak besar bagi kehidupan di masa depan.
Hansel Finnegan/Magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









