Akurat

Mantap! XRP Diprediksi Melonjak di Angka USD13

Hefriday | 7 Maret 2025, 07:30 WIB
Mantap! XRP Diprediksi Melonjak di Angka USD13

AKURAT.CO Ripple (XRP) kembali menarik perhatian setelah prediksi bullish. Dimana apabila XRP berhasil menembus resistansi utama, harga aset digital tersebut berpotensi melonjak hingga USD13 (Rp213.590) pada hari ini (7/3/2025).

Seperti yang diketahui, saat ini, XRP berada dalam fase konsolidasi pada grafik bulanan. Jika terjadi breakout ke atas, hal ini bisa menjadi katalis utama bagi kenaikan harga yang lebih besar.

Oleh karena itu, tak sedikit dari para investor kini menantikan apakah XRP dapat mempertahankan tren positifnya dan mencapai target harga yang lebih ambisius.

Dikutip dari Coin Edition, XRP telah membentuk pola bullish yang menandakan potensi pergerakan naik. Salah satu indikator utama dalam analisis ini adalah posisi harga XRP terhadap Fibonacci Circle di level 1.414, yang dianggap sebagai resistansi kunci.

Jika XRP mampu menembus level ini, maka harga diperkirakan akan mengalami reli besar menuju kisaran USD8,5 hingga USD13 (Rp139.655 – Rp213.590). Setelah mencapai zona tersebut, kemungkinan akan terjadi konsolidasi sebelum XRP melanjutkan kenaikan yang lebih signifikan.

Baca Juga: Transaksi Kripto Melesat Usai Peralihan ke OJK, Investor Kian Percaya

Lebih lanjut, USD13 bukanlah target akhir bagi XRP. Setelah fase konsolidasi terjadi, aset ini diyakini dapat kembali melonjak ke level yang lebih tinggi, dengan target selanjutnya berada di kisaran USD27 hingga USD33 (Rp443.610 – Rp542.190).

Lonjakan ini bisa terjadi jika minat investor terhadap XRP tetap tinggi. Selain itu, adopsi institusional dan perubahan regulasi yang lebih ramah terhadap cryptocurrency dapat menjadi faktor pendukung bagi kenaikan harga XRP ke level tertingginya sepanjang masa.

Meski prediksi ini terdengar sangat optimistis, ada beberapa syarat penting yang harus terpenuhi agar skenario bullish ini tetap valid. Salah satu faktor utama adalah support pada Exponential Moving Average (EMA) 21 bulanan.

Selain itu, XRP tidak boleh ditutup di bawah level USD1,64 (Rp26.949). Jika harga tetap bertahan di atas level ini dan berhasil memantul dari EMA 21, maka peluang XRP untuk melanjutkan reli ke level yang lebih tinggi semakin kuat.

Ada beberapa faktor eksternal yang dapat mendorong harga XRP naik secara signifikan. Salah satunya adalah keputusan hukum terkait kasus antara Ripple dan SEC (Komisi Sekuritas dan Bursa AS). Jika hasil keputusan berpihak pada Ripple, maka ini bisa menjadi katalis utama yang mendorong harga XRP melonjak drastis.

Selain itu, peningkatan adopsi teknologi Ripple oleh lembaga keuangan global juga bisa menjadi faktor pendorong harga. Jika semakin banyak bank dan institusi keuangan menggunakan teknologi Ripple untuk transaksi lintas batas, maka permintaan terhadap XRP akan meningkat, yang berpotensi mendongkrak harga aset ini.

Baca Juga: Bitcoin Sentuh USD87 Ribu, Sentimen Pasar Kripto Masih Diliputi Ketidakpastian

Jika skenario bullish ini terjadi, maka XRP berpeluang mencapai harga tertingginya sepanjang masa, bahkan melampaui rekor sebelumnya. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap kemungkinan koreksi pasar. Pergerakan harga crypto sangat volatil, sehingga penting untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dan menerapkan strategi manajemen risiko yang baik.

Dengan adanya momentum positif saat ini, banyak investor yang mulai optimistis terhadap masa depan XRP. Jika harga mampu mempertahankan tren naik dan menembus level resistansi kunci, maka peluang menuju USD13 bahkan USD30 akan semakin terbuka.

Namun, tetap diperlukan kehati-hatian karena pasar crypto memiliki dinamika yang tidak bisa diprediksi secara pasti. Investor disarankan untuk melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Prediksi analis ini memberikan gambaran bullish yang menarik bagi masa depan XRP. Jika aset ini berhasil menembus resistansi utama di Fibonacci Circle 1.414, maka peluang menuju USD8,5 hingga USD13 semakin besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa