Bitcoin Anjlok ke Level Terendah dalam 14 Hari Susul Ketegangan AS-Kanada

AKURAT.CO Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan dalam 14 hari terakhir, menyentuh titik terendah di angka USD96.821 atau sekitar Rp1,58 miliar pada 2 Februari 2025.
Adapun hingga Senin siang (3/2/2025) pukul 12.37 WIB, BTC berdasarkan pantauan di CoinMarketCap turun 6,25% ke level USD93.846.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada, yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.
Sebelumnya, Bitcoin sempat melonjak hingga USD105.000 (Rp1,71 miliar) setelah The Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunganya.
Namun, momentum bullish ini tidak bertahan lama karena kekhawatiran ekonomi yang semakin meningkat. Aksi jual besar-besaran pun terjadi, menyebabkan tekanan terhadap aset kripto utama, termasuk Bitcoin.
Baca Juga: Prospek Kripto di Februari 2025, Bitcoin hingga Binance Berpeluang Cetak Rekor Baru
Dikutip dari Pasar Crypto, perselisihan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada semakin memanas setelah pemerintahan AS mengumumkan tarif baru terhadap ekspor utama Kanada.
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menanggapi langkah tersebut dengan ancaman kebijakan balasan, yang makin memperburuk ketidakstabilan ekonomi global.
Dampaknya juga terasa di pasar cryptocurrency. Harga Bitcoin turun 3,3% dalam 24 jam terakhir, menghapus lebih dari USD600 juta atau sekitar Rp9,78 triliun dari total kapitalisasi pasarnya.
Investor menjadi semakin waspada terhadap volatilitas pasar akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan global.
Meskipun harga Bitcoin mengalami tekanan, data on-chain menunjukkan bahwa investor jangka panjang tetap mempertahankan kepemilikan mereka.
Indikator Bitcoin Age Consumed, yang melacak pergerakan kepemilikan BTC lama, mengalami penurunan hingga 96% dari puncaknya pada 22 Januari 2025.
Penurunan indikator ini menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin dalam jangka panjang tidak terburu-buru menjual aset mereka.
Secara historis, ketika tekanan jual dari investor jangka panjang berkurang, harga Bitcoin cenderung mengalami pemulihan dalam beberapa waktu ke depan.
Saat ini, Bitcoin berada di kisaran harga USD98.500 (Rp1,6 miliar) setelah sempat menyentuh titik terendahnya di USD96.821.
Indikator teknikal menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi, dengan level support di USD94.346 (Rp1,54 miliar) dan resistance di USD109.588 (Rp1,79 miliar).
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas USD96.000 dan kembali ke level USD101.967 (Rp1,66 miliar), maka potensi pemulihan akan semakin kuat.
Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut dan harga Bitcoin turun di bawah USD96.000, kemungkinan besar harga akan melemah lebih jauh hingga ke level USD94.000 atau lebih rendah.
Selain ketegangan perdagangan AS-Kanada, beberapa faktor lain turut memengaruhi volatilitas Bitcoin, seperti kebijakan moneter bank sentral global, pergerakan pasar saham, serta sentimen investor terhadap aset berisiko.
Ketidakpastian global yang masih tinggi membuat pasar kripto tetap berada dalam kondisi fluktuatif dalam beberapa pekan mendatang. Sebagian analis percaya bahwa dalam jangka panjang, Bitcoin masih memiliki prospek positif, terutama jika adopsi institusional terus meningkat.
Namun, investor diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap pergerakan harga yang tidak menentu dan terus memantau perkembangan ekonomi global yang dapat mempengaruhi nilai aset kripto ini.
Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, para investor disarankan untuk menerapkan strategi investasi yang lebih konservatif, seperti diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang ketat. Memanfaatkan analisis teknikal dan fundamental juga menjadi langkah penting untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dalam berinvestasi di Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Sementara itu, investor jangka panjang yang percaya pada potensi pertumbuhan Bitcoin di masa depan dapat memanfaatkan momentum penurunan harga ini sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi aset secara bertahap.
Namun, tetap diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan fluktuasi yang lebih dalam sebelum pasar kembali stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










