Transaksi Ilegal di Dunia Kripto Meningkat, Stablecoin Jadi Sorotan
Hefriday | 18 Januari 2025, 18:19 WIB

AKURAT.CO Stablecoin, yang sebelumnya dianggap sebagai solusi aman di dunia kripto, kini menjadi pusat perhatian dalam laporan kejahatan kripto global. Menurut laporan terbaru Chainalysis Crypto Crime Report 2025, stablecoin menyumbang 63% dari semua transaksi ilegal di dunia kripto, menggantikan dominasi Bitcoin yang selama ini dikenal sebagai pilihan utama dalam aktivitas kriminal.
Namun, tidak semua stablecoin menarik bagi pelaku kejahatan. Beberapa penerbit, seperti Tether (USDT), telah aktif memblokir alamat yang terlibat dalam penipuan, pendanaan teroris, dan upaya menghindari sanksi internasional.
Meski begitu, besarnya skala kejahatan kripto tetap menjadi tantangan besar, dengan aliran dana mencapai USD40,9 miliar (sekitar Rp630 triliun) ke alamat ilegal sepanjang 2024.
Ransomware masih menjadi ancaman utama, meski upaya penegakan hukum dan penurunan minat korban untuk membayar tebusan berhasil sedikit mengurangi dampaknya. Di sisi lain, aktivitas pasar gelap dan toko-toko penipuan online juga menurun tajam setelah runtuhnya Universal Anonymous Payment System (UAPS).
Namun, di tengah penurunan ini, kasus pencurian aset kripto justru melonjak hingga 21%, mencapai USD2,2 miliar (sekitar Rp33,8 triliun). Serangan ini menargetkan layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan bursa terpusat, dengan metode utama berupa kompromi kunci pribadi.
Salah satu sorotan adalah kelompok peretas Korea Utara, yang menyumbang hingga 61% dari dana curian. Mereka menggunakan taktik canggih untuk mencuri dana sebesar USD1,34 miliar (sekitar Rp20,6 triliun) dari berbagai platform kripto.
Selain itu, muncul tren baru yang mengkhawatirkan dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam aktivitas kriminal. Teknologi AI digunakan untuk serangan personal seperti sextortion dengan tingkat personalisasi yang tinggi, sehingga lebih sulit dideteksi.
Laporan juga menunjukkan profesionalisasi yang semakin meningkat dalam ekosistem kripto, di mana jaringan kriminal menggunakan kripto untuk berbagai kejahatan sekaligus. Salah satu contohnya adalah platform Huione, yang menyediakan infrastruktur untuk menjual teknologi penipuan dan memproses transaksi ilegal senilai lebih dari USD70 miliar (sekitar Rp1.078 triliun).
Di sisi lain, politik AS juga memengaruhi arah kebijakan kripto. Presiden terpilih Donald Trump dikabarkan akan merilis perintah eksekutif yang menetapkan kripto sebagai prioritas nasional. Langkah ini mencakup pembentukan dewan penasihat kripto untuk memperjuangkan kebijakan yang mendukung industri tersebut.
Perintah eksekutif ini akan menjadi perubahan besar setelah sektor kripto menghadapi tekanan berat selama pemerintahan Joe Biden, termasuk lebih dari 100 tindakan penegakan hukum dan pembatasan akses ke layanan keuangan.
Meski begitu, masih ada diskusi tentang kemungkinan penghentian litigasi terhadap perusahaan-perusahaan seperti Binance dan Ripple. Langkah ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan industri, meskipun tantangan ke depan tetap besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi









