Akurat

Volume Perdagangan XRP Lampaui Ethereum, Berpotensi Tembus USD15

Hefriday | 17 Januari 2025, 22:35 WIB
Volume Perdagangan XRP Lampaui Ethereum, Berpotensi Tembus USD15

AKURAT.CO XRP, aset kripto populer yang menempati posisi ketiga setelah Bitcoin dan Ethereum, mencatatkan pencapaian luar biasa dengan melampaui Ethereum (ETH) dalam volume perdagangan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, volume perdagangan XRP mencapai USD27,6 miliar (sekitar Rp447,5 triliun), sedikit lebih tinggi dibandingkan Ethereum yang mencatatkan USD27,64 miliar (sekitar Rp448,5 triliun).

Harga XRP saat ini berada di angka USD3,32 (sekitar Rp53.700), mengalami lonjakan signifikan sebesar 11,43% dalam 24 jam terakhir dan 45,29% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar XRP pun melonjak menjadi USD189,76 miliar (sekitar Rp3.070 triliun), menunjukkan performa yang mengesankan di tengah volatilitas pasar kripto.
 
 
Lonjakan harga XRP ini didorong oleh akumulasi besar-besaran yang dilakukan oleh whale, atau investor dengan kepemilikan aset kripto dalam jumlah besar. Data dari Santiment menunjukkan, dalam dua bulan terakhir, sebanyak 1,43 miliar XRP telah dibeli oleh whale, yang meningkatkan permintaan hingga 37%. Kondisi ini memberikan dorongan signifikan pada harga XRP.
 
Selain itu, pergerakan pasar kripto secara keseluruhan turut mendukung kenaikan XRP. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi short trader yang bertaruh pada penurunan harga mencapai USD372 juta (sekitar Rp6 triliun). Likuidasi ini menambah momentum positif bagi XRP, yang terus mencatatkan pertumbuhan signifikan.
 
Analis kripto memperkirakan potensi kenaikan harga XRP yang lebih tinggi dalam waktu dekat. Ali Martinez, seorang analis terkemuka, memprediksi XRP bisa mencapai USD15, atau melonjak hingga 340% dari level saat ini. Prediksi ini didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan pola bullish, seperti breakout dari formasi segitiga simetris pada grafik bulanan.
 
Kenaikan ini juga didukung oleh beberapa faktor katalis, seperti pertumbuhan stablecoin Ripple USD (RLUSD), kemungkinan persetujuan Exchange-Traded Fund (ETF) XRP, serta perubahan kebijakan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
 
Stablecoin RLUSD yang terintegrasi dalam ekosistem Ripple menunjukkan peningkatan adopsi yang signifikan. Volume perdagangan RLUSD dalam 24 jam terakhir mencapai lebih dari USD185 juta, melampaui beberapa stablecoin utama seperti USDD dan PYUSD.
 
Penambahan RLUSD ke Automated Market Maker (AMM) pools juga diharapkan meningkatkan utilitas stablecoin ini.
 
Selain itu, potensi persetujuan ETF XRP menjadi sorotan. Analis dari JPMorgan memperkirakan ETF ini dapat membawa arus dana segar hingga USD8 miliar, yang akan semakin memperkuat posisi XRP di pasar.
 
Kebijakan SEC yang diharapkan lebih pro-kripto di bawah kepemimpinan Donald Trump juga menjadi katalis penting. Kemungkinan penghentian beberapa gugatan hukum terhadap Ripple Labs dapat memberikan keuntungan besar bagi XRP, membuka peluang pertumbuhan lebih lanjut.
 
Meskipun prospek XRP terlihat cerah, risiko penurunan harga tidak dapat diabaikan. Penurunan di bawah USD1,90, yang merupakan batas bawah formasi segitiga pada grafik teknikal, dapat memicu koreksi harga hingga USD0,50. Namun, dengan sentimen pasar yang positif, peluang penurunan ini dianggap kecil oleh para analis.
 
Sebagai salah satu aset kripto terkemuka, XRP menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan faktor teknikal, fundamental yang kuat, serta inovasi di ekosistem Ripple, banyak pihak optimis bahwa XRP dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pasar kripto di masa depan.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa