Akurat

4 Instrumen Investasi Receh Tapi Bisa Cuan Maksimal, Mulai dari Rp10.000 Saja

Demi Ermansyah | 2 Januari 2025, 07:15 WIB
4 Instrumen Investasi Receh Tapi Bisa Cuan Maksimal, Mulai dari Rp10.000 Saja

AKURAT.CO Siapa bilang investasi itu cuma buat mereka yang punya uang banyak? Kalau kamu berpikir investasi harus mulai dari puluhan juta, saatnya kamu buang jauh-jauh pikiran itu! 

Sekarang, ada banyak jenis investasi yang bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan cuma Rp10 ribu. Investasi ini nggak cuma bikin kamu belajar mengelola uang, tapi juga membuka jalan untuk punya masa depan yang lebih cerah.
 
Yuk, kita bahas lebih lanjut bagaimana caranya, dirangkum dari berbagai sumber yang sudah diolah, Kamis (2/1/2025).

Kenapa Harus Mulai Investasi Sekarang?

Pertama-tama, mari kita bahas kenapa investasi itu penting. Kamu pasti tahu dong, inflasi bikin harga barang naik terus tiap tahun? 
 
Kalau kamu cuma nabung di rekening biasa, nilai uang kamu bisa berkurang karena bunga tabungan biasanya kalah sama inflasi. Nah, investasi adalah cara biar uang kamu enggak cuma diam, tapi juga bertumbuh.
 
 
Selain itu, investasi adalah langkah awal buat mewujudkan mimpi besar kamu. Mau traveling ke luar negeri? Punya rumah sendiri? Atau bahkan pensiun dini? Semua itu bisa diraih kalau kamu mulai berinvestasi dari sekarang.

Jenis-Jenis Investasi Receh untuk Pemula

Berikut ini beberapa jenis investasi yang cocok banget buat kamu yang masih pemula dan punya modal minim:

1. Reksa Dana
 
Reksa dana itu apa sih? Gampangnya, reksa dana adalah produk investasi dimana uang kamu akan dikelola oleh manajer investasi. Mereka yang bakal memutuskan mau beli saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya. Kamu cuma perlu setor modal mulai dari Rp10 ribu saja!

Beberapa platform seperti Bibit, Ajaib, atau Bareksa memungkinkan kamu untuk mulai investasi reksa dana dengan modal kecil. Pilih reksa dana pasar uang kalau kamu cari risiko rendah, atau reksa dana saham kalau kamu mau hasil yang lebih tinggi tapi siap ambil risiko.

2. Emas Digital
 
Kalau dulu beli emas harus ke toko perhiasan, sekarang kamu bisa beli emas digital lewat aplikasi seperti Tokopedia Emas, Shopee, atau Pegadaian Digital. Mulai dari Rp5 ribu saja, kamu udah bisa punya emas. Harga emas cenderung stabil dan naik dalam jangka panjang, jadi cocok banget buat tabungan jangka panjang.

3. Saham Fractional
 
Dulu, beli saham satu lot (100 lembar) mungkin terasa berat. Tapi sekarang ada platform seperti Stockbit dan eToro yang memungkinkan kamu beli saham dalam bentuk fractional. Artinya, kamu bisa beli saham dengan modal kecil, misalnya Rp50 ribu, dan tetap punya kepemilikan di perusahaan besar seperti Apple atau Tesla.

4. P2P Lending
 
Peer-to-peer lending adalah platform yang mempertemukan kamu dengan orang yang butuh pinjaman. Kamu bisa jadi investor dan dapat imbal hasil dari bunga pinjaman tersebut. Modalnya mulai dari Rp100 ribu, dan ada platform seperti KoinWorks atau Amartha yang sudah terdaftar di OJK.

Tips Sukses Investasi dengan Modal Kecil

Setelah mengetahui beberapa jenis investasi receh, lalu bagaiman sih cara biar sukses dan enggak boncos? Simak tips berikut:

1. Mulai dengan Dana Kecil
 
Jangan langsung all-in semua uang kamu. Mulailah dari yang kecil dulu untuk belajar memahami sistemnya. Misalnya, kalau kamu punya Rp500 ribu, coba alokasikan Rp100 ribu ke reksa dana, Rp200 ribu ke emas, dan sisanya untuk P2P lending.

2. Riset dan Pahami Risikonya
 
Setiap jenis investasi punya risiko. Reksa dana pasar uang risikonya kecil, tapi keuntungannya juga kecil. Sementara itu, saham bisa kasih cuan besar, tapi risiko ruginya juga lebih tinggi. Jangan asal ikut-ikutan orang, pastikan kamu tahu apa yang kamu lakukan.

3. Gunakan Aplikasi yang Terpercaya
 
Pilih platform investasi yang sudah terdaftar di OJK. Ini penting banget supaya uang kamu aman dan nggak kena penipuan. Beberapa aplikasi seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, dan Pegadaian Digital adalah contoh platform yang sudah diawasi oleh OJK.

4. Konsisten
 
Investasi itu bukan soal siapa yang mulai dengan modal besar, tapi siapa yang konsisten. Sisihkan sebagian kecil dari penghasilan kamu setiap bulan, misalnya 10-20%, untuk investasi. Dengan cara ini, kamu akan melihat hasilnya dalam jangka panjang.

5. Jangan Panik dengan Perubahan Harga
 
Kalau kamu investasi di saham atau reksa dana, pasti akan ada saatnya nilai investasi turun. Jangan panik! Fluktuasi itu wajar dalam investasi. Fokus saja pada tujuan jangka panjang kamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.