Susul Reku, Tokocrypto Akhirnya Jadi PFAK

AKURAT.CO Tokocrypto akhirnya resmi menjadi anggota Bursa Kripto dan Kliring dalam ekosistem kripto, atau dikenal Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK).
Langkah ini menandai fase baru bagi Tokocrypto dalam memperkuat komitmennya terhadap
industri kripto di Indonesia serta memberikan jaminan keamanan dan transparansi bagi para
penggunanya.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerima Surat
Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dari PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX) dengan nomor
SPAB-004/PFAK/BKN/04/2024 dan Surat Persetujuan Anggota Kliring (SPAK) dari PT Kliring
Komoditi Indonesia (KKI) dengan nomor KKI/SPAK-004/IV/2024.
Dokumen-dokumen ini menjadi krusial bagi perusahaan untuk sepenuhnya menjadi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
"Keanggotaan kami dalam Bursa Kripto dan Kliring merupakan langkah penting untuk
memperkuat kepercayaan dan kredibilitas di antara pengguna dan regulator. Selain itu, langkah ini membuka peluang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan industri serta memperluas jangkauan kami ke pasar yang lebih luas," ujar Yudho dikutip Kamis (25/4/2024).
Baca Juga: Reku Jadi PFAK Pertama di Bursa Komoditi Nusantara
Untuk memperoleh izin menjadi PFAK, perusahaan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK)
atau Non-CPFAK yang telah mendapat SPAB dan SPAK wajib menjalani Fit and Proper Test
dari Bappebti.
Persyaratan untuk memperoleh izin PFAK meliputi kemampuan memenuhi persyaratan dokumen administrasi dan teknis yang ditetapkan oleh Bappebti, di antaranya memiliki modal senilai Rp 100 miliar, sertifikasi ISO 27001, serta menerapkan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).
Ditambahkan Yudho, status baru ini akan membuat pengguna akan semakin percaya untuk bertransaksi di platform kami karena dijamin oleh regulasi dan pengawasan yang ketat dari Bursa Kripto CFX serta lembaga Kliring.
Di awal 2024, Tokocrypto mencatat pencapaian signifikan dengan mendominasi sekitar 43%
pasar berdasarkan data CoinMarketCap, memiliki lebih dari 4 juta pengguna, dan transaksi
harian rata-rata melebihi USD30 juta. Ini mencakup lebih dari 400 jenis token dan koin yang
diperdagangkan di platform Tokocrypto.
"Jumlah pengguna kita di kuartal I-2024 dibandingkan kuartal II-2023 melonjak hingga 165 persen menjadi lebih dari 175 ribu pengguna baru. Sementara volume perdagangan dalam periode yang sama meningkat 161 persen mencapai lebih dari USD2,5 miliar. Dengan kondisi pasar saat ini, kinerja transaksi kuartal I-2024 hampir mencapai USD3 miliar atau 75 persen dari total transaksi di tahun 2023," imbuhnya.
Performa luar biasa di awal 2024 didukung oleh berbagai perkembangan positif dalam dunia
kripto, termasuk optimisme terhadap ETF Bitcoin spot dan halving. Yudho optimis dalam
meningkatkan volume transaksi perdagangan untuk mencapai USD12 miliar (sekitar Rp194
triliun) dan menggandakan jumlah pengguna menjadi 6 juta pengguna pada 2024.
"Pertumbuhan pengguna di Tokocrypto mencerminkan tren global yang menunjukkan minat
yang meningkat dalam investasi kripto. Selain itu, adaptasi yang semakin meningkat dari
investor Indonesia menunjukkan bahwa pasar kripto terus berkembang dan menjadi lebih
inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat," jelas Yudho.
Asal tahu, sebelumnya Reku menjadi PFAK pertama yang terdaftar di Bursa Komoditi Nusantara. Sedianya terdapat 30 Calon PFAK atau CPFAK lain yang mengantre, termasuk Ajaib Kripto, Bittime, Bitwewe, Cyra, Pluto Next, DigitalExchange.id, Fasset, Galad.id, Gudang Kripto, Kripto Maksima Koin, Luno, Maks, Mobee, Nanovest, Pluang, Indodax, PAK, Pintu, NVX, Triv, NagaExchange, Upbit, Coinbit, Phanteras Teknologi, Vonix, Zipmex, Astal, Nobi, Coinx, dan Incrypto. Namun 3 di antaranya mengundurkan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










