Tertinggi Sepanjang Masa, Laba Bersih BCA Tembus Rp48,6 T

AKURAT.CO PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak laba bersih sebesar Rp48,6 triliun pada 2023, tumbuh 19,4% secara tahunan.
Pertumbuhan laba tersebut agak sedikit di bawah ekspektasi konsensus (99,2%) yang memperkirakan di level Rp49 triliun.
Capaian laba bersih perseroan tak lepas dari pertumbuhan Net Interest Income (NII) sebesar 17,5% secara tahunan ke Rp75,4 triliun.
Baca Juga: Biaya Admin BCA Bakal Naik Per 19 Januari 2024, Jadi Segini…
Sementara beban provisi turun 50% secara tahunan menjadi Rp2,3 triliun.
Pada kuartal IV-2023 sendiri, laba bersih BBCA tercatat sebesar Rp12,2 triliun, terkontraksi 0,1% dibanding kuartal sebelumnya.
Sementara NII kuartal IV-2023 tumbuh 3,5% secara kuartalan dan tidak ada beban provisi yang tercatat.
Dari segi operasional, kredit disalurkan tumbuh 13,9% secara tahunan ke Rp810,4 triliun, lebih besar dibandingkan dengan guidance manajemen yang menargetkan pertumbuhan 10–12%.
Sementara Loan-to-Deposit Ratio (LDR) tercatat naik ke level 70,2%, dibanding 65,2% pada tahun sebelumnya.
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 6% secara tahunan mencapai Rp1.102 triliun.
Pertumbuhan DPK itu mendorong kenaikan total aset BCA sebesar 7,1% secara tahunan menjadi Rp1.408 triliun.
Adapun Dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi sekitar 80% dari total DPK.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah serta dukungan dari pemerintah dan otoritas, sehingga BCA mampu melewati tahun 2023 dengan kinerja solid," ucap Jahja di Jakarta, Kamis (25/1/2024).
Meskipun terdapat tantangan berupa tekanan inflasi global serta peningkatan tensi geopolitik, Jahja melihat perekonomian domestik tetap tangguh dan stabil di sepanjang 2023 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










