Akurat

Pasar Global Pecahkan Rekor, Nilai Transaksi di Nanovest Melejit 95%

Naufal Lanten | 11 Desember 2025, 14:28 WIB
Pasar Global Pecahkan Rekor, Nilai Transaksi di Nanovest Melejit 95%

 

AKURAT.CO Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling bergairah dalam dunia investasi global. Berbagai kelas aset—mulai dari saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital—berhasil menembus level all-time high (ATH) yang mendorong sentimen positif di kalangan investor Indonesia. Kondisi ini tercermin langsung pada aktivitas trading yang meningkat tajam, salah satunya di platform investasi digital Nanovest yang mencatat pertumbuhan volume transaksi hingga 95% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tengah reli pasar yang begitu agresif, kepercayaan diri investor ikut terdongkrak. Fenomena ini menandai perubahan perilaku, di mana semakin banyak pengguna yang mulai melihat peluang dari penguatan pasar global dan memilih memanfaatkan momentum tersebut melalui platform investasi yang mudah diakses.

Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja, menegaskan bahwa tren ini berperan besar dalam peningkatan partisipasi investor digital. Ia mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Nanovest, yang mana lonjakan hampir dua kali lipat pada volume trading menunjukkan bahwa semakin banyak investor Indonesia yang percaya pada potensi pasar global untuk diadopsi di Indonesia.

"Kami bangga menjadi platform yang memudahkan akses investasi terhadap saham AS, aset kripto, dan emas digital dalam satu aplikasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat program edukasi dan inklusi serta menghadirkan pengalaman investasi yang lebih seamless untuk seluruh pengguna," ujar Jovita melalui pengumuman resmi yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 11 Desember 2025.


S&P 500 hingga Nasdaq Melesat: Saham AS Dominasi Reli 2025

Reli kuat di Wall Street menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya minat investor lokal terhadap aset global. Indeks besar seperti S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average berulang kali mencetak rekor tertinggi baru sepanjang 2025. Lonjakan ini tak lepas dari euforia sektor teknologi, terutama setelah perusahaan seperti Nvidia (NVDA) dan Palantir (PLTR) ikut memecahkan rekor harga.

Kebangkitan sektor AI dan teknologi tinggi membuka peluang besar bagi investor yang ingin masuk ke industri masa depan. Momentum inilah yang kemudian ikut mengalir ke pasar Indonesia dan menghidupkan kembali gairah investasi di berbagai platform digital.


Bitcoin Sentuh ATH US$126.000, Emas Juga Ikut Bersinar

Tak hanya saham, aset kripto dan emas digital pun menunjukkan performa luar biasa sepanjang 2025.

  • Bitcoin mencapai ATH di atas US$126.000 pada kuartal ketiga sebelum terkoreksi ke level sekitar di bawah US$100.000 pada akhir tahun.

  • Emas sebagai safe-haven menembus US$4.381 per troy ounce pada Oktober 2025, rekor tertinggi sepanjang sejarah modern.

Kedua aset ini membuktikan bahwa baik aset tradisional maupun aset digital memiliki daya tarik kuat, terutama di tengah ketidakpastian global dan gejolak geopolitik yang mendorong investor mencari diversifikasi lebih luas.

Di Indonesia sendiri, IHSG juga mengikuti tren global dan berhasil menyentuh ATH di 8.616 poin, melonjak 45% dari titik terendah pada April 2025. Lonjakan ini menciptakan lonjakan volume transaksi yang signifikan di platform-platform investasi, termasuk Nanovest.

Senior Market Analyst Nanovest, Bryan Oskar, memberikan perspektif menarik mengenai perubahan lanskap tersebut. “2025 bukan sekadar tahun rekor harga, melainkan tahun ketika aset tradisional (emas, saham) dan aset digital (Bitcoin, AI-related equities) berlari beriringan menuju puncak baru. Hal ini membuktikan bahwa diversifikasi modern tak lagi harus memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya untuk hasil yang lebih optimal.”


AI dan Aset Digital Menjadi Katalis Investasi Baru

Salah satu sorotan utama sepanjang 2025 adalah dominasi sektor AI yang menjadi motor penggerak reli pasar. Teknologi kecerdasan buatan bukan hanya mengerek valuasi saham-saham teknologi, tetapi juga menciptakan ekosistem baru bagi aset digital.

Di balik euforia tersebut, investor juga menghadapi dinamika baru seperti:

  • Potensi “AI Bubble”, karena valuasi saham-saham teknologi tertentu sudah melampaui puncak dot-com pada tahun 2000.

  • Kekhawatiran terkait utang nasional Amerika Serikat yang melampaui US$38 triliun, yang membuat emas tetap menjadi primadona bagi investor jangka panjang.

  • Semakin matangnya regulasi aset kripto di AS dan Eropa yang mendorong minat institusional melalui strategi Digital Asset Treasury (DAT).

Situasi ini menciptakan peluang sekaligus risiko yang perlu dipahami investor sebelum mengambil keputusan.


Prospek Tahun 2026: Bullish Berlanjut, Tapi Risiko Ikut Membayangi

Memasuki 2026, pasar global masih memiliki peluang melanjutkan momentum bullish. Hal ini dapat terjadi apabila kebijakan moneter bank sentral dunia semakin longgar dan sektor teknologi—terutama AI—terus membuat inovasi besar.

Namun, beberapa faktor perlu diwaspadai:

  • Valuasi saham teknologi AS yang sudah sangat tinggi.

  • Potensi koreksi lanjutan pada Bitcoin setelah fase bear jangka pendek.

  • Ketidakpastian makroekonomi global dan utang negara-negara besar.

Mengingat tingginya risiko, disiplin dalam pengelolaan uang dan manajemen risiko menjadi faktor penentu hasil investasi.


Nanovest Semakin Siap Menghadapi 2026

Mengikuti perkembangan pasar yang semakin dinamis, Nanovest memperkuat posisinya sebagai platform investasi yang relevan bagi investor baru maupun berpengalaman. Melalui pilihan aset yang semakin beragam—saham AS, aset kripto, hingga emas digital—serta fitur investasi fleksibel mulai dari Rp5.000, Nanovest ingin memberikan akses yang lebih merata bagi masyarakat Indonesia.

Pengalaman aplikasi yang intuitif, biaya transaksi yang kompetitif, dan komitmen terhadap edukasi investor menjadi fondasi untuk mengajak lebih banyak pengguna memahami peluang di pasar global.


Kesimpulan

Tahun 2025 menjadi tahun bersejarah bagi pasar keuangan global sekaligus titik balik bagi kepercayaan investor Indonesia. Lonjakan volume transaksi, reli aset global, dan perkembangan teknologi AI menciptakan kombinasi unik yang membentuk lanskap investasi modern.

Dengan peluang yang semakin besar namun risiko yang tetap harus diperhitungkan, kemampuan membaca pasar serta melakukan diversifikasi menjadi kunci untuk menghadapi tahun 2026 yang penuh dinamika.

Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru dunia investasi global, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Kompetisi Trading Kripto Global Digelar, Total Hadiah Tembus 1 Juta USDT

Baca Juga: Aura AI, Fitur AI Trading Saham dan Crypto Pertama di Indonesia

FAQ

1. Apa yang membuat kepercayaan investor Indonesia meningkat sepanjang 2025?

Kepercayaan investor meningkat karena pasar global—mulai dari saham AS, aset kripto, hingga emas—berhasil mencetak rekor all-time high. Momentum positif ini membuat banyak investor merasa lebih yakin untuk masuk ke pasar dan meningkatkan aktivitas trading.

2. Seberapa besar pertumbuhan volume transaksi di Nanovest pada 2025?

Nanovest mencatat pertumbuhan volume transaksi hingga 95% dibandingkan tahun 2024, menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk berinvestasi di aset global.

3. Aset apa saja yang mengalami reli besar sepanjang 2025?

Beberapa aset yang menonjol adalah saham AS (S&P 500, Nasdaq, Dow Jones), saham teknologi seperti Nvidia dan Palantir, Bitcoin yang menyentuh ATH di atas US$126.000, serta emas yang mencapai US$4.381 per troy ounce.

4. Bagaimana performa IHSG selama 2025?

IHSG ikut mengalami reli dan menembus level ATH 8.616 poin, naik sekitar 45% dari posisi terendah pada April 2025.

5. Apa faktor utama yang mendorong reli pasar saham global?

Euforia teknologi dan perkembangan pesat ekosistem AI menjadi katalis penting yang memacu kenaikan harga saham, terutama di sektor teknologi tinggi.

6. Apa yang dimaksud risiko “AI Bubble”?

AI Bubble mengacu pada kekhawatiran bahwa valuasi saham-saham teknologi terkait AI sudah terlalu tinggi, bahkan melampaui puncak dot-com bubble tahun 2000, sehingga rentan terkoreksi jika tidak didukung fundamental yang kuat.

7. Bagaimana prospek pasar global pada tahun 2026?

Potensi tren bullish masih terbuka jika bank sentral global melonggarkan kebijakan moneternya dan sektor teknologi-AI mempertahankan inovasinya. Namun, risiko koreksi tetap ada, terutama pada saham teknologi dan Bitcoin.

8. Mengapa Bitcoin diprediksi memasuki fase bear jangka pendek?

Setelah mencapai ATH lebih dari US$126.000, Bitcoin terkoreksi ke level di bawah US$100.000 pada akhir 2025. Pergerakan ini biasanya menjadi sinyal memasuki fase bear jangka pendek sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

9. Apa peran Nanovest di tengah tren investasi global ini?

Nanovest menyediakan akses mudah ke berbagai aset global seperti saham AS, kripto, dan emas digital. Dengan investasi mulai dari Rp5.000, platform ini membantu lebih banyak pengguna masuk ke dunia investasi melalui pengalaman yang lebih sederhana dan aman.

10. Bagaimana cara investor menghadapi dinamika pasar 2026?

Investor disarankan memperkuat disiplin money management, memahami risiko tiap aset, serta melakukan diversifikasi antara aset tradisional, aset digital, dan saham teknologi agar menghadapi pergerakan pasar dengan lebih stabil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.