Bikin Pasar Kripto Panen, Apa Itu ETF Bitcoin?

AKURAT.CO Membeli bitcoin kini lebih murah dari sebelumnya. Setelah 10 tahun ditolak sejak 2013 lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC pada Rabu menyetujui aplikasi untuk dana yang diperdagangkan di bursa bitcoin yang diajukan oleh 11 manajer aset terbesar di dunia, termasuk Bitwise, iShares, BlackRock, ARK 21Shares, Invesco Galaxy, VanEck, WisdomTree, Franklin Templeton, Hashdex, Grayscale dan Fidelity. Dalam banyak kasus, investor akan membayar biaya yang lebih rendah dibandingkan jika mereka membeli mata uang digital dari bursa kripto secara langsung.
Ketimbang harus pergi ke bursa aset seperti Kraken, Binance, atau Coinbase untuk membeli dan menyimpan token seperti bitcoin, pedagang sekarang dapat beralih ke apa yang disebut ETF bitcoin spot untuk mendapatkan eksposur langsung ke pasar aset digital. ETF membuat investor bisa membeli produk yang melacak harga bitcoin melalui mekanisme yang sama dengan yang sudah mereka gunakan untuk membeli reksa dana indeks saham dan obligasi.
Hal ini juga menghilangkan beban untuk mengelola kepemilikan mereka, yang biasanya melibatkan pemeliharaan dompet mata uang kripto dan penyimpanan dingin untuk melindungi investasi tersebut. Tercatat lebih dari 52 juta orang Amerika saat ini memiliki kripto, tetapi para pelaku industri berharap bahwa banyaknya persetujuan akan menarik investor ritel dan institusional baru yang telah menunggu di sela-sela hingga perusahaan keuangan tradisional menawarkan alternatif jalan masuk ke kripto.
Baca Juga: ETF Bitcoin Spot Disetujui Regulator AS, Pelaku Industri: Sinyal Positif ke Regulator RI
ETF bitcoin spot adalah sarana investasi yang memungkinkan investor mengetahui pergerakan harga bitcoin di akun pialang reguler mereka dengan menitipkan dananya ke manajer investasi. Tidak seperti ETF bitcoin berjangka, ETF bitcoin spot berinvestasi langsung pada bitcoin sebagai aset dasar, bukan kontrak derivatif berdasarkan harganya.
Setidaknya ada tiga perbedaan ETF bitcoin spot dengan ETF bitcoin futures. Dari sisi underlying aset, ETF bitcoin spot menggunakan bitcoin sementara ETF bitcoin futures menggunakan kontrak berjangka bitcoin. Dari sisi harga, ETF bitcoin spot mengikuti harga bitcoin spot (sesungguhnya) sementara ETF bitcoin futures berpotensi berbeda harga dengan ETF bitcoin spot. Lalu dari sisi risiko, ETF bitcoin spot memiliki fluktuasi dan volatilitas harga bitcoin sport sementara ETF bitcoin futures dipengaruhi volatilitas harga bitcoin spot dan kompleksitas pasar berjangka.
Mengutip Investopedia, persetujuan ETF bitcoin spot mewakili tonggak penting dalam dunia keuangan, menandakan perubahan besar dalam persepsi dan pemanfaatan bitcoin sebagai aset investasi utama. Persetujuan tersebut diharapkan dapat mengkatalisasi masuknya modal institusional dalam jumlah besar ke pasar bitcoin, yang dapat meningkatkan likuiditas, mengurangi volatilitas, dan selanjutnya melegitimasi mata uang kripto di mata investor tradisional.
"Hingga saat ini, investor ritel hanya dapat memperoleh eksposur mata uang kripto dengan membeli koin secara langsung atau melalui ETF yang memperdagangkan mata uang kripto berjangka. ETF bitcoin spot akan memungkinkan investor, terutama investor ritel, untuk mendapatkan akses ke bitcoin tanpa perlu menyimpan investasi mereka di dompet bitcoin. Sebaliknya, mereka cukup menyimpan ETF di akun pialang mereka," tulis INvestopedia dikutip Kamis (11/12024).
Para analis memperkirakan sejumlah besar uang akan mengalir ke ETF spot bitcoin, dan optimisme tersebut telah membantu mendongkrak harga bitcoin secara substansial dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut perkiraan dari Bloomberg Intelligence, pasar ETF spot bitcoin dapat tumbuh hingga USD100 miliar seiring berjalannya waktu. Penyedia layanan keuangan Galaxy memperkirakan arus masuk dalam produk ETF spot bitcoin dapat meningkat dari USD14 miliar pada tahun pertama menjadi USD39 miliar dalam waktu tiga tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










