Akurat

Bitcoin Masuk Aset Safe Haven Di Tengah Konflik Israel - Hamas?

M. Rahman | 12 Oktober 2023, 19:20 WIB
Bitcoin Masuk Aset Safe Haven Di Tengah Konflik Israel - Hamas?

AKURAT.CO Pasar kripto dan Bitcoin tengah berada di fase volatilitas yang tinggi pada pekan ke-2 bulan Oktober ini. Harga Bitcoin (BTC) diketahui telah turun di bawah USD27.000 setara Rp424 juta di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang konflik antara Israel-Hamas dan perilisan data inflasi Amerika Serikat terbaru bulan September 2023.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan harga Bitcoin dan kripto lainnya turun seiring dengan pasar ekuitas global dan melonjaknya harga minyak, karena meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Harga minyak tampaknya terpengaruh oleh spekulasi para pelaku pasar bahwa perang tersebut dapat mengganggu pasokan, jika menyebar ke negara-negara tetangga seperti Iran, Suriah, atau Mesir, yang dapat mengganggu pasokan minyak dan meningkatkan volatilitas pasar.

Baca Juga: Jelang Agustusan Bitcoin Malah Stagnan

"Sejauh ini konflik tersebut belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar kripto, namun jika konflik ini semakin meningkat, hal ini dapat mengakibatkan meningkatnya sensitivitas harga," kata Fyqieh dikutip Kamis (12/10/2023).

Ditambahkan, kekhawatiran pasar global terfokus pada potensi perluasan konflik ke negara-negara penghasil minyak terdekat, sehingga membuat investor tetap waspada. Ketidakpastian ini telah mempengaruhi pasar kripto, menyebabkan penurunan karena melonjaknya harga minyak dan kekhawatiran terhadap perdagangan internasional.

Meskipun demikian, Fyqieh menjelaskan masih ada secercah harapan bagi Bitcoin yang telah berhasil melewati guncangan geopolitik yang terjadi sebelumnya, seperti dampak sanksi yang dikenakan Amerika Serikat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada awal tahun 2023. Selain Bitcoin, pasar kripto yang lebih besar telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi peristiwa geopolitik.

Menurut Fyqieh, dalam jangka panjang, aset kripto mungkin akan memainkan peran yang semakin penting dalam memberikan pilihan kepada investor selama masa gejolak geopolitik, seiring dengan semakin matangnya ekosistem, kejelasan peraturan, dan pertumbuhan penggunaan institusional. Meskipun pasar dikenal karena volatilitasnya yang alami, pasar juga menunjukkan kecenderungan yang kuat untuk pulih dengan cepat setelah periode ketidakstabilan.

"Meskipun terlalu dini untuk menyatakan Bitcoin sebagai aset safe-haven, korelasi antara meningkatnya ketegangan geopolitik dan perubahan harga BTC menyiratkan kemungkinan adanya hubungan. Selama masa ini, Bitcoin memperoleh peningkatan minat dari investor institusi dan dana lindung nilai yang ingin mendiversifikasi portofolionya di tengah gejolak pasar. Ketertarikan ini memupuk gagasan Bitcoin sebagai lindung nilai risiko geopolitik," jelas Fyqieh.

Struktur aset kripto yang terdesentralisasi adalah salah satu penjelasan yang mungkin atas ketahanannya. Kripto tidak seperti aset tradisional yang terikat pada pemerintah atau lembaga tertentu, beroperasi pada jaringan yang terdesentralisasi, menjadikannya kurang rentan terhadap dampak langsung peristiwa geopolitik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa