Breed Peringatkan Risiko Besar Mengintai Perusahaan yang Pegang Bitcoin

AKURAT.CO Perusahaan modal ventura, Breed, mengeluarkan peringatan serius kepada berbagai entitas bisnis yang menjadikan Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari strategi neraca keuangan mereka.
Dalam laporan terbarunya, Breed menilai bahwa banyak perusahaan tersebut berada dalam risiko tinggi jika terjadi penurunan harga Bitcoin secara signifikan.
Dikutip dari laman Pintu, Selasa (1/7/2025), Breed menyoroti bahwa sebagian besar perusahaan yang menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar di neraca mereka sangat bergantung pada nilai pasar yang berada jauh di atas nilai aset bersih (net asset value/NAV).
Baca Juga: Bitcoin Turun Tipis Imbas Ancaman Tarif Trump ke Kanada
Ketika harga BTC turun secara tajam, premi antara harga pasar dan NAV akan menyempit atau bahkan menghilang. Konsekuensinya, minat investor untuk membeli saham perusahaan yang ditopang oleh aset digital pun akan surut.
“Pendanaan baru akan menjadi langka. Tanpa arus modal masuk, perusahaan yang sudah meminjam dana untuk membeli Bitcoin akan menghadapi kesulitan keuangan serius,” ungkap laporan Breed.
Banyak perusahaan tercatat yang mencoba memanfaatkan peluang kenaikan harga Bitcoin dengan menggunakan dana pinjaman atau ekuitas guna memperbesar kepemilikan mereka. Namun, strategi ini mengandung risiko besar, terutama jika harga Bitcoin tidak bergerak searah dengan ekspektasi.
Ketika pinjaman jatuh tempo dan harga Bitcoin turun, perusahaan dipaksa menjual asetnya untuk memenuhi margin call. Penjualan massal ini, menurut Breed, bisa memicu penurunan harga Bitcoin yang lebih parah dan menyulut efek domino.
Fenomena ini disebut sebagai “spiral kematian”, yaitu kondisi di mana penurunan harga mendorong lebih banyak penjualan, yang pada gilirannya mendorong harga lebih rendah lagi.
“Sektor yang bergantung pada leverage akan jauh lebih rapuh. Satu guncangan harga bisa menyebabkan banyak perusahaan mengalami likuidasi wajib dalam waktu bersamaan,” lanjut laporan tersebut.
Baca Juga: Harga Kripto Melemah Jelang Kadaluarsa Opsi Bitcoin
Menurut Breed, hanya perusahaan yang memiliki strategi konservatif dan manajemen risiko yang kuat yang akan mampu bertahan dalam skenario buruk tersebut. Perusahaan-perusahaan ini adalah yang mampu meningkatkan jumlah Bitcoin per saham bahkan ketika pasar stagnan, menghindari penggunaan leverage berlebihan, menyediakan transparansi dalam komunikasi, dan menyimpan cadangan kas yang cukup untuk menghadapi masa sulit.
Breed menegaskan bahwa jumlah Bitcoin yang dimiliki bukan satu-satunya indikator kekuatan. Yang lebih penting adalah seberapa banyak cadangan yang dimiliki dan seberapa disiplin perusahaan dalam mengelola aset digitalnya.
Sejak MicroStrategy memelopori strategi penyimpanan Bitcoin di neraca perusahaan pada 2020, lebih dari 250 organisasi global, termasuk ETF, perusahaan tambang kripto, dana pensiun, hingga institusi pemerintah mengikuti langkah tersebut.
Namun, Breed memperingatkan bahwa jika tahun 2025 menghadirkan koreksi tajam di pasar kripto, hanya sedikit perusahaan yang akan mampu bertahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









