Harga Kripto Melemah Jelang Kedaluwarsa Opsi Bitcoin
Hefriday | 27 Juni 2025, 14:59 WIB

AKURAT.CO Pasar aset kripto mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir. Menjelang berakhirnya kontrak opsi kuartalan besar pada hari ini, Jumat (27/6/2025), sejumlah aset digital utama termasuk Bitcoin (BTC) mencatat koreksi harga yang cukup signifikan.
Berdasarkan data Coinmarketcap, Jumat (27/6/2025), kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun 0,91% menjadi USD3,27 triliun. Bitcoin, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami penurunan 0,53% dan diperdagangkan di kisaran USD107.310 per koin atau sekitar Rp1,73 miliar (kurs Rp 16.179).
Penurunan harga tidak hanya dialami Bitcoin. Kripto lainnya seperti Ethereum (ETH) terkoreksi 1,52% menjadi USD2.432 dan Binance Coin (BNB) turun 0,54% menjadi USD645.
Sementara Dogecoin (DOGE) merosot 2,85% menjadi USD0,161, XRP anjlok 4,26% ke USD2,1, serta Solana (SOL) yang melemah 3,98% ke level USD139,7 per koin.
Dikutip dari laporan CoinDesk, pasar saat ini berada dalam posisi menunggu dengan penuh kehati-hatian menjelang expiry kontrak opsi Bitcoin kuartalan di bursa derivatif Deribit. Momen ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sepanjang tahun.
Chief Commercial Officer Deribit, Jean-David Péquignot, menjelaskan bahwa open interest BTC saat ini mencapai USD40 miliar, dan sekitar 38% dari kontrak tersebut akan jatuh tempo hari ini. Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini menjadi titik krusial bagi arah pasar dalam jangka pendek.
Harga “max pain”, yakni harga di mana mayoritas pemegang kontrak opsi mengalami kerugian terbesar, ditetapkan pada level USD102.000. Sementara itu, rasio put/call tercatat di angka 0,73, mengindikasikan belum adanya arah dominan antara spekulan yang memilih posisi beli (long) dan jual (short).
Selain itu, volatilitas tersirat (implied volatility) untuk Bitcoin dilaporkan menurun ke 38% dari sebelumnya 50% pada bulan April.
Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap ketidakpastian ekonomi makro global.
Namun demikian, Pequignot memperingatkan level teknikal USD105.000 sebagai titik krusial. Jika harga menembus ke bawah level ini, pasar perlu bersiap menghadapi tekanan jual yang lebih dalam.
“Minimnya open interest pada kontrak perpetual serta rendahnya volatilitas tersirat mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap pergerakan tajam cenderung terbatas menjelang expiry Jumat,” jelasnya.
Sementara itu, di sisi lain pasar, saham-saham perusahaan kripto justru menunjukkan penguatan. Saham Core Scientific (CORZ) melonjak lebih dari 33% setelah laporan Wall Street Journal menyebutkan perusahaan tersebut akan diakuisisi oleh perusahaan kecerdasan buatan CoreWeave (CRWV).
Saham kripto lain seperti Circle (CRCL), Coinbase (COIN), Riot Platforms (RIOT), dan Hut 8 (HUT) tercatat naik antara 5% hingga 7%. Namun demikian, saham perusahaan besar penyimpan Bitcoin, MicroStrategy (MSTR), justru melemah hampir 1% di tengah gejolak harga BTC.
Pasar kini tengah menanti arah baru setelah kontrak derivatif besar berakhir. Para analis memperkirakan bahwa dalam jangka pendek, volatilitas pasar akan tetap tinggi, terutama jika terdapat tekanan lanjutan pada sentimen makro dan pengumuman regulasi baru dari otoritas global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










