Akurat

Sejarah Internet: Dari ARPANET ke Era Digital Indonesia

Eko Krisyanto | 17 Agustus 2025, 00:00 WIB
Sejarah Internet: Dari ARPANET ke Era Digital Indonesia

AKURAT.CO Internet kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Namun, siapa sangka teknologi yang kita gunakan untuk bekerja, belajar, hingga bersosialisasi ini berawal dari sebuah proyek militer Amerika Serikat pada akhir 1960-an.

Internet pertama kali lahir pada tahun 1969 melalui proyek ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) yang dikembangkan Departemen Pertahanan AS.

Tujuannya bukan sekadar komunikasi, melainkan membangun sistem jaringan yang tetap bertahan meskipun terjadi serangan besar, bahkan nuklir.

Awalnya, ARPANET hanya menghubungkan empat institusi: Stanford Research Institute, UCLA, University of California Santa Barbara, dan University of Utah. Namun, proyek ini menjadi fondasi lahirnya jaringan global.

Perkembangan pesat terjadi pada 1983, ketika protokol TCP/IP diperkenalkan. Teknologi ini memungkinkan berbagai jaringan berbeda saling berkomunikasi, menjadi dasar utama internet modern.

Tak lama setelah itu, pada 1984, hadir Domain Name System (DNS) yang menggantikan alamat IP rumit dengan nama domain sederhana, misalnya google.com.

Titik balik besar datang pada 1990, saat Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web (WWW).

Baca Juga: 5 Bahasa Paling Banyak Digunakan di Dunia, di Mana Posisi Bahasa Indonesia?

Internet pun bertransformasi dari sekadar alat akademisi dan militer menjadi ruang informasi terbuka bagi seluruh masyarakat dunia.

Memasuki abad ke-21, internet berkembang jauh lebih pesat dengan lahirnya media sosial, layanan cloud, hingga teknologi 5G yang menawarkan akses super cepat.

Internet kini bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga mesin utama penggerak ekonomi digital, inovasi bisnis, hingga kecerdasan buatan (AI).

Internet Masuk ke Indonesia

Di Indonesia, internet mulai diperkenalkan pada 1983 oleh PT Indosat. Awalnya penggunaannya terbatas untuk kalangan akademisi dan pemerintah.

Namun, pada pertengahan 1990-an, muncul ISP komersial pertama yang membuka akses lebih luas bagi masyarakat umum.

Sejak saat itu, perkembangan internet di Tanah Air berjalan cepat.

Dari sekadar fasilitas kampus, kini internet menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat: pendidikan daring, e-commerce, layanan transportasi digital, hingga komunikasi sehari-hari.

Dengan kemajuan teknologi yang terus bergerak maju, internet akan semakin krusial di masa depan.

Baca Juga: TB Hasanuddin: Penambahan Struktur TNI Bukan Soal Untung Rugi, Tapi Antisipasi Ancaman

Di Indonesia sendiri, transformasi digital membuka peluang besar untuk membangun ekonomi kreatif, memperluas akses pendidikan, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Internet bukan lagi sekadar alat, melainkan infrastruktur kehidupan modern.

 

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.