Operation Midnight Hammer Lumpuhkan Pertahanan Iran, Fase Perang Dunia Siber Pertama Dimulai

AKURAT.CO Amerika Serikat pada Jumat lalu melancarkan operasi militer bernama Operation Midnight Hammer yang menandai babak baru dalam peperangan modern dengan integrasi serangan udara dan siber secara simultan.
Operasi ini berhasil melumpuhkan sistem deteksi dan pertahanan Iran yang menggunakan teknologi elektromagnetik, sekaligus menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Operasi digelar dengan 14 bom bunker-buster yang dijatuhkan oleh tujuh pesawat siluman B-2 Spirit serta puluhan rudal Tomahawk dari kapal selam AS.
Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan AS, menyebut operasi ini sebagai “misi yang sangat rahasia” dan “dilaksanakan tanpa peringatan” dengan unsur kejutan yang tinggi.
Pemerhati dan praktisi keamanan siber, Ardi Sutedja menjelaskan Operasi Midnight Hammer melibatkan komponen siber dalam melumpuhkan semua sistim deteksi dan pertahanan Iran yg mempergunakan elektro-magnetik.
"Dengan terjadinya ofensif ini, dunia secara resmi sudah masuk fase perang dunia siber pertama yang akan diikuti perang konvensional lainnya," kata dia.
Operasi ini menurutnya bukan sekadar serangan militer konvensional, melainkan demonstrasi nyata konsep Multi Domain Warfare yang menggabungkan serangan udara, siber, elektronik, dan operasi psikologis secara terpadu.
Amerika Serikat berhasil menguasai ruang udara, melumpuhkan jaringan komunikasi musuh, mengganggu rantai komando, dan melindungi aset digitalnya dari serangan balasan.
"Teknologi revolusioner seperti kecerdasan buatan dan sistem otonom menjadi tulang punggung operasi ini," jelas Ardi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









