Akurat

Iran Matikan Internet, Peretas Israel Diduga Serang Bank dan Bursa Kripto

Petrus C. Vianney | 25 Juni 2025, 21:33 WIB
Iran Matikan Internet, Peretas Israel Diduga Serang Bank dan Bursa Kripto

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Israel kini merambah ke dunia digital, tak hanya di medan perang konvensional. Iran bahkan sempat memutus hampir seluruh koneksi internet nasional untuk mencegah serangan siber dari Israel.

Upaya ekstrem ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman siber dalam konflik modern. Pemadaman internet membuat warga Iran kesulitan mengakses informasi penting selama masa krisis.

Perusahaan keamanan siber Cloudflare mencatat lalu lintas internet Iran turun 97 persen dibanding pekan lalu. Ini menandakan negara tersebut sedang menghadapi tekanan besar di bidang keamanan digital.

Kelompok peretas Gonjeshke Darande atau Predatory Sparrow mengaku menyerang dua target besar Iran. Mereka meretas bursa kripto Nobitex dan mencuri aset digital lebih dari \$90 juta (sekitar Rp1.465 triliun).

"Kelompok peretasan yang terkait dengan Israel telah mengklaim bertanggung jawab atas perampokan senilai $90 juta di bursa mata uang kripto Iran," ujar Dam Milmo, dikutip dari The Guardian, Rabu (25/6/2025).

Kelompok yang diduga terkait Israel ini sebelumnya mengklaim telah menghancurkan data Bank Sepah, milik negara Iran. Serangan ini menunjukkan lemahnya pertahanan digital sektor keuangan Iran.

Iran juga dituduh membajak kamera keamanan rumah warga Israel sebagai aksi balasan. Meski bertujuan memantau aktivitas secara real-time, serangan ini dianggap kurang berdampak dibanding sabotase keuangan.

Hingga kini, konflik digital antara Iran dan Israel terus berlangsung dan menjadi sorotan global. Serangan siber dinilai akan semakin menjadi bagian penting dalam strategi militer dan geopolitik modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.