Meta Tetap Fokus Investasi AI meski DeepSeek Muncul

AKURAT.CO Meta tetap optimistis terhadap strategi kecerdasan buatan (AI) mereka meskipun munculnya model AI baru seperti DeepSeek memicu kekhawatiran di industri.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan bahwa investasi besar dalam infrastruktur dan pengeluaran modal (CapEx) akan tetap menjadi keuntungan strategis bagi perusahaan.
"Saya terus berpikir bahwa berinvestasi sangat banyak di CapEx dan infra akan menjadi keuntungan strategis dari waktu ke waktu," ujarnya, dikutip dari Theverge, Kamis (30/1/2025).
Menurutnya, keberhasilan DeepSeek dengan sumber daya terbatas justru memperkuat keyakinan Meta bahwa mereka berada di jalur yang tepat.
Zuckerberg mengungkapkan bahwa Meta akan menerapkan beberapa inovasi DeepSeek ke dalam model AI mereka, Llama.
Ia juga menepis kekhawatiran bahwa investasi besar dalam GPU akan sia-sia, karena sumber daya komputasi tetap penting dalam pengembangan AI.
Meta berencana merilis Llama 4 dengan fitur multimodal dan agen AI dalam beberapa bulan ke depan, serta menargetkan satu miliar pengguna untuk asisten AI mereka tahun ini.
Selain itu, Zuckerberg menyoroti keunggulan Meta dibandingkan kompetitor seperti OpenAI dan Anthropic, dengan menyebut bahwa Meta memiliki model bisnis yang lebih kuat untuk mendukung investasi AI sebesar $60 miliar (sekitar Rp960 triliun) pada 2024.
Di sisi keuangan, Meta menunjukkan performa luar biasa dengan pendapatan kuartal keempat 2024 mencapai $48,39 miliar (sekitar Rp774,24 triliun), naik 22 persen dari tahun sebelumnya.
Laba bersih pun melonjak 43 persen menjadi $20,8 miliar (sekitar Rp332,8 triliun).
CFO Meta, Susan Li, menyatakan bahwa perubahan kebijakan konten tidak berdampak signifikan pada pendapatan iklan.
Jumlah pengguna harian aplikasi Meta juga meningkat 5 persen menjadi 3,35 miliar pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









