Penipuan Kripto di Telegram Semakin Marak, Pengguna Diminta Waspada

AKURAT.CO Platform Telegram kini menjadi sasaran utama para penipu kripto. Perusahaan keamanan Scam Sniffer melaporkan peningkatan aktivitas penipuan di grup Telegram, di mana pelaku menyamar sebagai influencer populer untuk menipu pengguna dan mencuri aset kripto.
Penipu membuat akun palsu yang mirip dengan profil influencer terkenal. Mereka aktif mengomentari postingan, mengundang pengguna untuk bergabung ke grup Telegram 'eksklusif' dengan janji investasi menguntungkan.
Setelah masuk, korban diminta melakukan verifikasi melalui bot palsu bernama OfficiaISafeguardBot. Bot ini menciptakan tekanan waktu sehingga korban tergesa-gesa mengikuti perintahnya.
Menurut Scam Sniffer, dalam proses verifikasi ini, pelaku menyuntikkan kode berbahaya bernama 'PowerShell' ke perangkat korban. Kode tersebut dapat membobol keamanan dompet kripto dan mencuri aset.
Telegram, yang kini membuat pengiriman mata uang kripto seperti Tether langsung dari chat, semakin berisiko dimanfaatkan penipu untuk mencuri data dompet pengguna.
"Banyak pengguna telah menjadi korban serangan canggih ini," ungkap perusahaan Scam Sniffer, dikutip dari Gadgets360.com, Kamis (12/12/2024).
CEO Telegram, Pavel Durov, sebelumnya memprediksi pengguna Telegram bisa mencapai miliaran. Namun, dengan celah keamanan ini, ribuan investor kripto berpotensi terpapar risiko besar.
Para ahli mengimbau pengguna untuk waspada terhadap ajakan investasi dari orang asing. Scam Sniffer menyarankan:
1. Jangan jalankan perintah atau tautan yang tidak dikenal.
2. Verifikasi profil akun dengan cermat, terutama di platform yang memungkinkan pembelian lencana verifikasi.
3. Segera blokir dan laporkan akun yang mencurigakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









