Akurat

WhatsApp Luncurkan Fitur Baru untuk Cegah Tautan Berbahaya di Percakapan

Herry Supriyatna | 4 November 2024, 18:39 WIB
WhatsApp Luncurkan Fitur Baru untuk Cegah Tautan Berbahaya di Percakapan

AKURAT.CO WhatsApp kembali merilis fitur terbaru yang dirancang khusus untuk membantu pengguna menghindari tautan berbahaya yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan siber.

Fitur ini diharapkan dapat melindungi pengguna dari link penipuan yang kerap tersembunyi dalam percakapan sehari-hari.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya WhatsApp untuk memperkuat keamanan pengguna.

Sebelumnya, WhatsApp telah meluncurkan sejumlah fitur keamanan seperti enkripsi end-to-end, verifikasi dua langkah, serta peringatan untuk akses dari perangkat baru.

Baca Juga: BPKH Hajj Run 2024 Sukses Digelar, Tingkatkan Antusiasme Masyarakat dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

Menurut laporan dari Gizchina, kebiasaan mengklik tautan sembarangan di WhatsApp dapat berpotensi mengakibatkan pencurian akun hingga infeksi malware pada perangkat.

Untuk mengatasi risiko ini, WhatsApp mengembangkan fitur keamanan baru yang memungkinkan pengguna memeriksa kredibilitas tautan sebelum mengkliknya.

Dengan fitur ini, saat menerima tautan mencurigakan, pengguna hanya perlu menekan dan menahan tautan tersebut.

WhatsApp akan menampilkan opsi untuk "Get link info on Google," sehingga pengguna dapat menelusuri informasi tautan tersebut melalui Google.

Berdasarkan penjelasan WABetaInfo, ketika pengguna memilih untuk memeriksa informasi tautan melalui Google, hanya tautan tersebut yang dikirim untuk penelusuran, sementara WhatsApp tidak memiliki akses terhadap data dari tautan yang diperiksa.

Baca Juga: Survei Pilpres AS, Kamala Harris Unggul dari Trump di Beberapa Tempat

Fitur ini bersifat opsional, sehingga pengguna dapat memutuskan apakah ingin menggunakannya atau tidak.

Fitur ini tersedia di semua jenis percakapan, baik grup maupun pesan pribadi. Dengan pembaruan ini, pengguna dapat lebih mudah memverifikasi keamanan setiap tautan yang diterima, terutama dari pengirim yang tidak dikenal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.