Akurat

Studi: Indonesia Teratas dalam Masalah Keamanan Cloud di Asia Pasifik

Leo Farhan | 24 Oktober 2024, 18:30 WIB
Studi: Indonesia Teratas dalam Masalah Keamanan Cloud di Asia Pasifik

AKURAT.CO SUSE merilis laporan tren “Securing the Cloud” Asia Pasifik 2024 untuk pertama kalinya. Laporan industri ini mengeksplorasi tantangan keamanan cloud di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Berfokus pada dampak AI Generatif (Gen AI) dan komputasi Edge pada keamanan cloud.

Gayathri Peria, General Manager SUSE untuk Asia Tenggara, menyatakan serangan keamanan siber yang terjadi baru-baru ini di Indonesia, seperti insiden ransomware yang dialami pemerintah, menunjukkan betapa pentingnya memiliki struktur keamanan yang kuat dan terus diperbaharui.

"Terutama dalam menghadapi Gen AI dan komputasi edge, yang menawarkan peluang dan ancaman baru. Kompleksitas teknologi baru ini, ditambah dengan adopsi cloud di Indonesia yang sangat cepat, mendorong kebutuhan akan investasi berkelanjutan dalam hal keamanan. Sangatlah menjanjikan bahwa pemerintah berinvestasi dalam keamanan siber untuk lebih dari satu juta rakyatnya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Para pengambil keputusan TI di Asia Pasifik menunjukkan keinginan yang kuat untuk memigrasikan lebih banyak beban kerja ke cloud dan edge, dengan 84% setuju bahwa mereka akan melakukannya jika keamanan data terjamin. Responden Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi dalam sentimen ini, dengan 94% setuju, yang mencerminkan potensi signifikan untuk mengadopsi cloud karena hanya 28,2% beban kerja yang saat ini berada di cloud.

Namun, seiring dengan meningkatnya adopsi cloud, maka semakin banyak pula kekhawatiran yang muncul. Laporan ini menyoroti prioritas yang berbeda di seluruh negara Asia Pasifik, dengan privasi dan keamanan data (57%) dan serangan siber yang didukung AI (55%) teridentifikasi sebagai kekhawatiran utama dalam keamanan cloud Gen AI.

Indonesia menempati posisi teratas dengan ancaman yang paling dirasakan oleh para pemangku kepentingan dibandingkan negara-negara Asia Pasifik lainnya, dengan 79% responden menyatakan bahwa privasi dan keamanan data merupakan kekhawatiran utama, diikuti serangan siber yang didukung AI (72%) dan kerentanan dalam supply chain AI (43%).

Secara keseluruhan, para pengambil keputusan TI di wilayah Asia Pasifik sering menghadapi insiden keamanan terkait cloud, dengan 64% mengonfirmasi setidaknya satu insiden serupa dalam 12 bulan terakhir, sementara 62% melaporkan setidaknya satu pelanggaran keamanan terkait edge pada periode yang sama. Indonesia secara khusus terkena dampak, dengan 31% responden melaporkan lima atau lebih insiden terkait edge.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.