Studi: Indonesia Teratas dalam Masalah Keamanan Cloud di Asia Pasifik

AKURAT.CO SUSE merilis laporan tren “Securing the Cloud” Asia Pasifik 2024 untuk pertama kalinya. Laporan industri ini mengeksplorasi tantangan keamanan cloud di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Berfokus pada dampak AI Generatif (Gen AI) dan komputasi Edge pada keamanan cloud.
Gayathri Peria, General Manager SUSE untuk Asia Tenggara, menyatakan serangan keamanan siber yang terjadi baru-baru ini di Indonesia, seperti insiden ransomware yang dialami pemerintah, menunjukkan betapa pentingnya memiliki struktur keamanan yang kuat dan terus diperbaharui.
"Terutama dalam menghadapi Gen AI dan komputasi edge, yang menawarkan peluang dan ancaman baru. Kompleksitas teknologi baru ini, ditambah dengan adopsi cloud di Indonesia yang sangat cepat, mendorong kebutuhan akan investasi berkelanjutan dalam hal keamanan. Sangatlah menjanjikan bahwa pemerintah berinvestasi dalam keamanan siber untuk lebih dari satu juta rakyatnya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.
Para pengambil keputusan TI di Asia Pasifik menunjukkan keinginan yang kuat untuk memigrasikan lebih banyak beban kerja ke cloud dan edge, dengan 84% setuju bahwa mereka akan melakukannya jika keamanan data terjamin. Responden Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi dalam sentimen ini, dengan 94% setuju, yang mencerminkan potensi signifikan untuk mengadopsi cloud karena hanya 28,2% beban kerja yang saat ini berada di cloud.
Namun, seiring dengan meningkatnya adopsi cloud, maka semakin banyak pula kekhawatiran yang muncul. Laporan ini menyoroti prioritas yang berbeda di seluruh negara Asia Pasifik, dengan privasi dan keamanan data (57%) dan serangan siber yang didukung AI (55%) teridentifikasi sebagai kekhawatiran utama dalam keamanan cloud Gen AI.
Indonesia menempati posisi teratas dengan ancaman yang paling dirasakan oleh para pemangku kepentingan dibandingkan negara-negara Asia Pasifik lainnya, dengan 79% responden menyatakan bahwa privasi dan keamanan data merupakan kekhawatiran utama, diikuti serangan siber yang didukung AI (72%) dan kerentanan dalam supply chain AI (43%).
Secara keseluruhan, para pengambil keputusan TI di wilayah Asia Pasifik sering menghadapi insiden keamanan terkait cloud, dengan 64% mengonfirmasi setidaknya satu insiden serupa dalam 12 bulan terakhir, sementara 62% melaporkan setidaknya satu pelanggaran keamanan terkait edge pada periode yang sama. Indonesia secara khusus terkena dampak, dengan 31% responden melaporkan lima atau lebih insiden terkait edge.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini




