Waspada! Serangan Ransomware Bisa Hapus Data dan Uang Anda Sekaligus, Begini Cara Mencegahnya

AKURAT.CO Serangan ransomware kini menjadi salah satu ancaman siber paling berbahaya di dunia digital.
Tidak hanya perusahaan besar, individu pun berisiko menjadi korban dengan dampak yang fatal, mulai dari kehilangan data penting hingga kerugian finansial besar.
Karena itu, penting bagi setiap pengguna untuk mengenali ciri-ciri ransomware dan memahami langkah pencegahannya.
Apa Itu Ransomware?
Ransomware merupakan jenis malware yang bekerja dengan mengenkripsi data korban, sehingga tidak bisa diakses tanpa “kunci” khusus dari pelaku.
Setelah itu, pelaku menuntut tebusan, biasanya dalam bentuk mata uang kripto seperti Bitcoin, agar data dapat dipulihkan.
Ciri-Ciri Perangkat Terinfeksi Ransomware
-
File terkunci dan hanya bisa dibuka dengan kunci dekripsi.
-
Muncul pesan tebusan dengan instruksi pembayaran.
-
Latar belakang komputer berubah menjadi pesan ancaman.
-
Performa perangkat melambat atau sering crash.
-
Nama file berubah menjadi acak dan tidak dikenali.
-
Muncul file baru berisi instruksi tebusan.
-
Antivirus dinonaktifkan secara tiba-tiba.
-
Muncul peringatan palsu soal keamanan.
-
Aktivitas jaringan mencurigakan, seperti pengiriman data ke server asing.
-
Permintaan akses tak wajar ke kamera atau mikrofon.
Dampak Serangan Ransomware
Baca Juga: Indonesia–Yordania Perkuat Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan dan Keamanan
-
Kehilangan Data Permanen
Data berharga bisa hilang selamanya jika tebusan tidak dibayar atau proses pemulihan gagal. -
Gangguan Operasional
Sistem yang terenkripsi membuat aktivitas harian, produktivitas, hingga layanan bisnis lumpuh total.
-
Kerugian Finansial
Selain membayar tebusan, korban juga menanggung biaya pemulihan sistem, kehilangan pendapatan, dan potensi denda hukum.
-
Reputasi Rusak
Kebocoran data bisa menurunkan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis dalam jangka panjang.
-
Risiko Hukum
Kegagalan memenuhi regulasi perlindungan data dapat berujung pada denda besar dan sanksi administratif.
Cara Mencegah Ransomware
-
Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi keamanan secara rutin.
-
Edukasi karyawan atau anggota keluarga tentang phishing dan rekayasa sosial.
-
Gunakan kata sandi kuat serta autentikasi dua faktor (MFA).
-
Backup data penting secara berkala di lokasi aman.
-
Gunakan antivirus dan antimalware terpercaya yang selalu diperbarui.
-
Terapkan perlindungan endpoint berbasis perilaku.
-
Gunakan firewall dan filter email/web untuk memblokir tautan berbahaya.
-
Hindari mengunduh aplikasi bajakan atau dari sumber tidak resmi.
-
Waspadai lampiran dan tautan mencurigakan dari email yang tidak dikenal.
Langkah Jika Terkena Ransomware
Baca Juga: Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Turun, Tapi Ancaman Masih Mengintai di Daerah Terpencil
-
Putuskan koneksi jaringan segera agar ransomware tidak menyebar ke perangkat lain.
-
Scan dengan antivirus untuk membersihkan sistem.
-
Gunakan alat decryptor resmi seperti dari situs No More Ransom.
-
Pulihkan data dari backup jika tersedia.
-
Periksa dan perbaiki sistem yang rusak akibat serangan.
-
Perbarui semua perangkat lunak agar celah keamanan tertutup.
-
Dokumentasikan dan laporkan serangan ke pihak berwenang atau tim keamanan siber.
Ancaman ransomware bisa menimpa siapa saja tanpa pandang bulu.
Kewaspadaan digital, kebiasaan aman dalam berinternet, serta sistem keamanan yang diperbarui secara rutin menjadi benteng utama untuk melindungi data pribadi maupun organisasi dari serangan berbahaya ini.
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










