Akurat

Turun dari Jet Pribadi, CEO Telegram Ditangkap di Bandara Perancis

Petrus C. Vianney | 25 Agustus 2024, 16:35 WIB
Turun dari Jet Pribadi, CEO Telegram Ditangkap di Bandara Perancis

AKURAT.CO Pavel Durov, CEO Telegram, ditangkap oleh pihak berwenang di Bandara Bourget, dekat Paris, Perancis, pada Sabtu malam (24/8/2024).

Penangkapan ini terjadi sekitar pukul 8 malam waktu setempat, saat Durov tiba dengan jet pribadinya dari Azerbaijan. Berdasarkan laporan dari TF1, Durov menjadi target surat perintah penangkapan di Perancis.

Pengusaha berusia 39 tahun ini diperkirakan akan menghadiri sidang pengadilan pada Minggu (25/8/2024). Durov, yang lahir di Rusia, saat ini tinggal di Dubai, tempat kantor pusat Telegram berada.

Dikutip dari Forbes.com, kekayaan Durov diperkirakan mencapai $15,5 miliar (sekitar Rp 238,7 triliun). Durov meninggalkan Rusia pada 2014 setelah menolak menutup komunitas oposisi di platform media sosial VK yang ia miliki sebelum akhirnya dijual.

Kedutaan Besar Rusia di Perancis segera mengambil langkah untuk mengklarifikasi situasi ini. Meskipun belum ada permintaan bantuan resmi dari tim Durov, pihak kedutaan sudah bertindak secara proaktif.

Durov dan saudaranya, Nikolai, mendirikan Telegram pada 2013. Aplikasi ini kini memiliki sekitar 900 juta pengguna aktif dan dikenal dengan fitur pesan terenkripsi serta kemampuan untuk membuat saluran informasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.