Akurat

Telegram Viral: Surga Konten atau Sumber Risiko? Ini Cara Aman Menjelajahinya

Eko Krisyanto | 19 Juli 2025, 22:30 WIB
Telegram Viral: Surga Konten atau Sumber Risiko? Ini Cara Aman Menjelajahinya

AKURAT.CO Telegram kini menjelma menjadi salah satu platform favorit untuk berbagi berbagai jenis konten viral, mulai dari video, dokumen, hingga tautan yang menyebar cepat lintas grup dan channel.

Fleksibilitasnya membuat Telegram diminati banyak pengguna. Namun, di balik keunggulannya, terselip risiko yang tidak boleh diabaikan.

Berbeda dari media sosial lainnya, Telegram menawarkan keunggulan yang membuat penyebaran informasi menjadi sangat cepat dan luas:

  • Channel aktif dan komunitas besar: Banyak grup publik yang rajin membagikan konten terkini, mulai dari hiburan hingga isu aktual.

  • Bebas kirim file besar tanpa kompresi: Telegram memungkinkan berbagi video, gambar, dan dokumen dengan kualitas asli.

  • Minim iklan: Tidak seperti platform lain, Telegram relatif bebas dari iklan yang mengganggu.

  • Privasi lebih terjaga: Pengguna bisa bergabung dan berinteraksi tanpa harus membagikan data pribadi secara terbuka.

Baca Juga: Jokowi: PSI Bukan Partai Keluarga, Ini Milik Semua Kader

Popularitas Telegram sebagai “gudang konten viral” juga membawa konsekuensi. Jika tidak disikapi dengan bijak, pengguna bisa terjebak dalam:

  • Penyebaran hoaks dan misinformasi: Tidak semua yang viral di Telegram sudah diverifikasi kebenarannya.

  • Konten ilegal atau tidak etis: Minimnya moderasi membuat beberapa channel menyebarkan materi yang berpotensi melanggar hukum.

  • Ancaman keamanan digital: Link mencurigakan atau file yang tidak jelas asal-usulnya bisa membawa malware atau spyware ke perangkat pengguna.

Cara Aman Menjelajahi Dunia Telegram Viral

Agar tetap aman dan bijak saat berselancar di Telegram, ikuti beberapa tips berikut:

Pilih channel dan grup yang kredibel – Utamakan sumber yang jelas dan dikelola dengan baik.

Jangan asal klik tautan atau unduh file – Waspadai link tidak dikenal atau file tanpa deskripsi.

Laporkan konten berbahaya – Telegram menyediakan fitur report untuk mencegah penyebaran konten meresahkan.

Gunakan fitur privasi dengan optimal – Atur siapa saja yang bisa menghubungi atau menambahkan kamu ke grup.

Telegram bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan cermat. Di tengah banjir konten viral, pengguna dituntut lebih kritis dan sadar akan keamanan digital.

Ingat, tak semua yang viral itu benar—dan tidak semua yang cepat menyebar layak untuk dibagikan.

Baca Juga: Kaesang Terpilih Lewat E-Voting, PSI Catat Sejarah Baru dalam Demokrasi Partai

 

Laporan: Hansel Finnegan/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.