Buatan Anak Bangsa, Platform AI Pertama di Dunia Bantu Kandidat Kampanye, Faldo Maldini: Bisa Hemat Budget!

AKURAT.CO Platform buatan anak bangsa memproklamirkan sebagai layanan artificial intelligence pertama di dunia yang membantu memudahkan aktivitas kampanye, bernama Pilkada.AI resmi diluncurkan hari ini, Selasa (9/7/2024).
Pilkada.AI merupakan platform yang memanfaatkan teknologi generative artificial intelligence (AI) dan big data untuk memberikan solusi bagi para calon kepala daerah dalam meningkatkan efektivitas kampanye mereka.
Baca Juga: Hadapi Serangan Trump di Medsos, Tim Biden Rogoh Ratusan Miliar Untuk Kampanye
Dengan Pilkada.AI, pengumpulan dan analisis data politik, dilakukan secara akurat dan komprehensif. Platform ini menyediakan One Stop Solution untuk seluruh kebutuhan kampanye calon kepala daerah. Mulai dari rekomendasi program, isu kritikal, komunikasi kampanye, video generative AI, isu daerah, isu cakada, pemetaan elektoral, hingga manajemen tim kampanye di lapangan.
Faldo Maldini yang turut hadir dalam peluncuran platform Pilkada.AI mengamini bahwa dirinya sangat membutuhkan platform seperti ini, terlebih dirinya digadang-gadang akan mengikuti kontestasi pilkada itu.
"Yang pasti bisa membantu kita untuk jadi lebih rasional ya ketika pemilu, yang kedua permasalahan kita kan biaya kampanye yang tinggi, dengan cara yang tepat kami kira itu bisa mengurangi biaya kampanye yang sia-sia dalam tanda kutip, yang ketiga tentunya ini juga akan memerbaiki kualitas demokrasi kita, karena kan kita tau kita punya demokrasi bagus secara prosedural tapi kualitasnya mudah-mudahan makin muncul ketika banyak kandidat yang menggunakan teknologi, membaca data, carannya lebih tepat, kira-kira begitu," jelasnya.
“Kerjasama dengan tvOne, menjadikan fitur Pilkada.AI semakin lengkap. Dengan menggunakan Pilkada.AI, calon kepala daerah semakin mudah untuk berkampanye dengan strategi yang tepat sasaran dan efektif, sekaligus semakin meningkatkan popularitas melalui tayangan di tvOne. Sehingga setiap calon kepala daerah yang berkontestasi di pemilihan kepala daerah ini, mendapatkan kesempatan yang sama untuk memenangkan pemilihan,” ujar Nadia Shabilla selaku CEO Pilkada.AI.
Baca Juga: Maksimalkan Kinerja Pengawasan di Pilkada 2024, Bawaslu Bakal Hadap DPR Bahas Aturan Pelanggaran
Hal itulah yang dimaksudkan oleh salah satu CEO Pilkada.AI, Yose.
"Jadi kita kan pengen bagaimana supaya pilkada itu semuanya tetap berbasiskan data, kemungkinan juga dengan waktu yang sangat singkat ini para calon ini bisa melakukan kerja-kerja politik yang efisien, jadi mereka tahu harus bergerak kemana dan sebagainya, kemudian tidak pusing lagi, isunya apa, dan sekarang kita kolaborasi dengan tvOne juga bisa mengoptimalisasi, mau promosi mau iklan di tvOne karena kan tvOne dari berbagai survey selalu menjadi televisi nomor satu, kita harapkan dari kolaborasi ini menjadi satu platform yang bisa menjadi tulang punggung dari kampanye para kepala daerah ini," jelasnya.
Sementara dari sisi tvOne juga berkomitmen untuk senantiasa membantu pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 dengan program-program khusus yang juga dapat membantu calon kepala daerah.
Sebetulnya kalau dilihat dari sekarang sudah ada ya program program di tvOne yang terkait dengan pilkada terutama ada yang di siang yang namanya pemilukada dan sejak dari awal bulan ini kan durasinya kita sudah satu jam ya itu bisa dimanfaatkan untuk cakada untuk mulai profiling kah ataupun nanti masa kampanye bisa memanfaatkan itu untuk sebagai media, seperti yang diutarakan oleh Maria Goretti Limi, Direktur Business Marketing/Sales & Programming tvOne
"Sebetulnya kalau dilihat dari sekarang sudah ada ya program program di tvOne yang terkait dengan pilkada terutama ada yang di siang, yang namanya pemilukada dan sejak dari awal bulan ini, kan durasinya kita sudah satu jam ya, itu bisa dimanfaatkan untuk calon kepala daerah untuk mulai profilingkah ataupun nanti masa kampanye bisa memanfaatkan itu untuk dari sisi media. Ya tentu saja, yang kita lakukan pasti kita slogan kita kan kita memberitakan, kemudian pemirsa yang memutuskan, dan juga kita yang terdepan mengabarkan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









