Akurat

Dokter dan Ilmuwan Buka Potensi AI sebagai Alat Diagnostik yang Bisa Mendeteksi Kanker dan Penyakit Mematikan

Iwan Gunawan | 12 Februari 2024, 15:30 WIB
Dokter dan Ilmuwan Buka Potensi AI sebagai Alat Diagnostik yang Bisa Mendeteksi Kanker dan Penyakit Mematikan

 - Seiring berkembangnya teknologi, pandangan terhadap kesehatan juga turut mengalami perubahan. Saat ini banyak perusahaan kesehatan yang mempromosikan penggunaan kecerdasan buatan dalam aplikasi dan produk mereka.

Diketahui ada cermin yang mengklaim bisa memberi tahu usia kita dan aplikasi yang melihat aliran darah di bawah kulit untuk mengukur tekanan darah. Namun, hadirnya teknologi kesehatan yang didukung AI masih menjadi pertanyaan apakah akan membuat pengguna lebih sehat?

Sebagian besar menyoroti kesehatan AI pada bidang kedokteran dari sisi klinis, dibandingkan teknologi konsumen. Para dokter dan ilmuwan melihat potensi AI sebagai alat diagnostik utama yang dapat mendeteksi kanker dan penyakit mematikan lainnya dengan cepat. Hal ini tentu memberikan lebih banyak waktu bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan dan keberhasilan menyelamatkan nyawa pasien.

Baca Juga: Apple Siap Rilis iOS 18 dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah mengizinkan AI untuk banyak kegunaan medis. Kini tersedia bagi mereka yang tertarik untuk mendapatkan gambaran internal diri mereka dari kepala hingga kaki melalui pemindaian AI seluruh tubuh. Menurut perusahaan, MRI baru dapat membuat diagnosis lebih cepat terhadap kanker, aneurisma, penyakit hati dan lainnya.

Namun banyak dokter mengatakan model ini belum siap digunakan secara umum. Hal ini disebabkan model ini tidak sinkron dengan penilaian "risiko vs manfaat" yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional.

Di luar klinik, dampak AI terhadap kesehatan konsumen masih belum jelas hingga saat ini. Semakin banyak aplikasi tracking yang menjanjikan untuk kesehatan justru akan membantu mengungkapkan hal-hal tentang kesehatan yang tidak disadari sebelumnya. Sehingga akan berkurang asumsi bahwa apabila tidak ada gejala atau metrik kesehatan tidak perlu dilakukan pelacakan.

Seberapa bergunanya teknologi AI akan bergantung pada kebutuhan yang dicari. Apakah teknologi tersebut mampu memperoleh informasi bermanfaat dari data kesehatan dan apa yang akan dilakukan pengguna melalui informasi yang didapatkan. Kemudian akan berlanjut pada pelacakan aktivitas tradisonal yang mungkin memberi semangat bagi kesehatan pengguna.

Menurut tinjauan sistemk yang diterbitkan di The Lancet tahun 2022, pelacakan aktivitas telah memberikan beberapa manfaat kesehatan yang nyata. Hal terpenting dari pelacakan aktivitas adalah pengguna harus aktif.

“Percakapan tampaknya berakhir pada teknologi,” Dr. Maame Yaa Yiadom, seorang profesor pengobatan darurat di Universitas Stanford yang memimpin laboratorium penelitian AI. Teknologi ini “sebaiknya membantu orang-orang melalui perjalanan dengan penyedia layanan kesehatan mereka,” kata Yiadom. Hal ini termasuk pemeriksaan, membuat diagnosis, membuat rencana pengobatan dan mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik, tambahnya.

Together by Renee merupakan aplikasi buatan Dr. Renee Dua, seorang spesialis ginjal di San Fernando Valley. Dirinya mengembangkan Together sebagai asisten kesehatan ketika sedang sibuk mengasuh ayahnya yang sakit.

Serupa dengan aplikasi kesehatan lainnya seperti aplikasi kesehatan Apple, tujuan Together adalah mengumpulkan data kesehatan agar bisa dibagikan untuk pengawasan terhadap kesehatan yang lebih mudah diakses. Aplikasi ini menggunakan AI untuk mencapai beberapa hal yang telah lama ditangani oleh teknologi sebelumnya seperti melacak pengobatan dan memberikan pembacaan kesehatan jantung. Tekanan darah yang dikenal sebagai "pembunuh diam-diam" karena gejala yang tidak pasti juga dapat teridentifikasi.

"Cara menggunakan aplikasi ini adalah dengan mengambil selfie selama 60 detik yang memungkinkan kecerdasan pada bagian belakang ponsel menyisir metrik kesehatan tertentu dengan melihat spektrum warna pada kulit anda," kata Dua melansir Cnet.

Selain itu juga dapat mengukur "kebugaran mental" melalui pelacakan vokal, yang menjadi cara populer bagi AI untuk menelusuri informasi kesehatan. Setelah memo suara selama 30 detik, aplikasi Together akan menilai Anda berdasarkan kehalusan vokal, kontrol, keaktifan, jangkauan energi, kejernihan, ketajaman, kecepatan berbicara dan durasi jeda.

Mendengarkan intonasi suara Anda, kami dapat mengetahui apakah Anda cemas atau depresi,” kata Dua.

Dengan menggabungkan semua metrik kesehatan ke dalam satu aplikasi, Anda dapat mengetahui apakah tekanan darah tinggi Anda disebabkan oleh kecemasan.

Perangkat lunak pihak luar yang digunakan aplikasi Together untuk hal-hal penting seperti tekanan darah telah diserahkan ke FDA untuk memperoleh izin beroperasi. Aplikasi ini secara teori dapat mendeteksi metrik kesehatan yang serupa dengan perangkat lain. Namun, alat ini bukan pengganti monitor tekanan darah yang direkomendasikan dokter terutama jika Anda mengetahui bahwa Anda menderita tekanan darah tinggi. Aplikasi ini berisi tambahan informasi mengenai kesehatan yang dapat digunakan untuk melengkapi informasi mengenai kesehatan Anda sendiri.

“Kami tidak berusaha menggantikan dokter Anda,” kata Dua. “Ini adalah panduan dan harus digunakan sebagaimana mestinya.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.