Akurat

KKB Tembak Pesawat Smart Air, Pilot dan Kopilot Tewas, DPR: Pelaku Harus Dihukum Seberat-beratnya

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 12 Februari 2026, 16:35 WIB
KKB Tembak Pesawat Smart Air, Pilot dan Kopilot Tewas, DPR: Pelaku Harus Dihukum Seberat-beratnya

AKURAT.CO Kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan melakukan penembakan terhadap pesawat Smart Air saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Dalam insiden tersebut, Pilot Kapten Enggon dan Kopilot Kapten Baskoro dilaporkan tewas.

Pesawat tersebut diketahui mengangkut 13 penumpang saat kejadian berlangsung sekitar pukul 11.00 WIT.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana membenarkan insiden tersebut.

“Benar, terjadi penembakan dan kedua korban dilaporkan meninggal dunia,” kata Wisnu.

Menanggapi insiden tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penindakan tegas terhadap pelaku.

“Saya minta pihak kepolisian untuk mencari, mengejar, menangkap, dan menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Soedeson saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan tindakan kekerasan terhadap penerbangan sipil merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi dan harus ditindak secara profesional serta terukur.

Baca Juga: Habiburokhman Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Warga Cengkareng

Evakuasi dan Penyelidikan

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan evakuasi kru pesawat dijadwalkan dilakukan pada Kamis (12/2/2026), setelah tim tiba di lokasi kejadian.

“Rencananya evakuasi dilaksanakan setelah Tim Satgas Damai Cartenz tiba di TKP untuk melakukan penyelidikan sekaligus pendalaman insiden penembakan,” ujar Faizal.

Hingga kini, aparat belum dapat memastikan kelompok KKB mana yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

“Dari laporan yang diterima, kedua jenazah masih berada di kawasan lapangan terbang. Terkait nasib 13 penumpang, kami akan memastikan setelah tim tiba di TKP,” katanya.

Adapun daftar penumpang pesawat Smart Air tersebut yakni Yance Bemonop, Limu Gurik, Yanduk Kogoya, Turis Magai, Emira Wonda, Kiris (bayi), Dua Lima Kogoya, Inantinus Kahipka, Irfan Kahipka, Samuel Jitmau, Pania Mialim, Topius Kogoya, dan Tialongga Kogoya.

Pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan situasi di lokasi kejadian dalam pengamanan aparat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.