Akurat

Jangan Diklik! Kenali Ciri-ciri Link Penipuan Online

Wahyu SK | 5 November 2025, 06:00 WIB
Jangan Diklik! Kenali Ciri-ciri Link Penipuan Online

AKURAT.CO Di era digital seperti sekarang, kejahatan siber seperti penipuan semakin marak dengan berbagai modus, salah satunya melalui link palsu.

Penipuan jenis ini sering kali menyamar sebagai tautan resmi dari bank, e-commerce atau lembaga pemerintah untuk mencuri data pribadi dan keuangan pengguna.

Banyak orang tertipu karena tampilan link terlihat meyakinkan padahal berisi jebakan phishing atau malware.

Karena itu, ketahui ciri-ciri link palsu agar kamu bisa terhindar dari pencurian data dan kerugian finansial. Simak selengkapnya dalam ulasan artikel berikut ini.

Mengenal Link Palsu

Link palsu atau tautan penipuan adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang dirancang untuk menipu pengguna agar menyerahkan informasi sensitif, seperti nama pengguna, kata sandi, nomor kartu kredit, hingga data pribadi lainnya.

Pelaku biasanya menyamar sebagai institusi resmi, seperti bank, toko online ternama, atau platform media sosial, agar korban percaya dan tanpa sadar memberikan akses terhadap data pribadinya.

Tujuan dari link palsu ini antara lain:
● Mengambil data pribadi atau uang pengguna.
● Mengambil alih akun penting seperti email, media sosial, atau akun perbankan.
● Menyebarkan virus atau malware ke perangkat korban.
● Melakukan penipuan keuangan dan pencurian identitas digital.

Ciri-ciri Link Palsu yang Perlu Kamu Waspadai

Agar tidak terjebak dalam phishing, kamu perlu mengenali beberapa ciri-ciri yang sering muncul pada link palsu. Berikut ciri-ciri link palsu yang harus diwaspadai:

1. Alamat URL yang Aneh atau Tidak Resmi

Ciri paling mudah dikenali dari link palsu adalah alamat situs yang tampak mirip dengan situs resmi, tetapi terdapat sedikit perbedaan. Misalnya:
● www.paypa1.com (angka 1 menggantikan huruf "l")
● www.faceb00k.com (angka 0 menggantikan huruf "o")
● www.bank-andaa.com (penambahan huruf atau tanda hubung tambahan)

Selain itu, beberapa link palsu juga menggunakan karakter atau simbol tidak biasa seperti %20, @, atau huruf dari alfabet asing yang menyerupai huruf Latin.

2. Tidak Menggunakan Protokol HTTPS

Situs resmi umumnya memakai protokol keamanan HTTPS, yang ditandai dengan ikon gembok di kolom alamat browser.

Jika sebuah link hanya menggunakan HTTP, berarti tidak ada enkripsi yang melindungi data kamu dan ini bisa menjadi tanda bahwa situs tersebut berisiko tinggi atau palsu.

3. Tampilan Website yang Tidak Profesional

Website hasil dari link palsu biasanya memiliki tampilan yang kurang rapi, seperti desain acak, logo buram, atau warna yang tidak konsisten.

Situs resmi biasanya memiliki tata letak yang seragam dan profesional. Jika tampilan halaman terlihat janggal, sebaiknya jangan lanjutkan aksesnya.

4. Permintaan Data Pribadi atau Informasi Finansial

Hati-hati jika tautan yang kamu buka langsung meminta data pribadi seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau kode OTP.

Perlu diingat, pihak resmi tidak pernah meminta informasi sensitif melalui link atau pesan singkat.

5. Menggunakan URL Shortener untuk Menyamarkan Tautan

Pelaku penipuan sering memanfaatkan layanan pemendek URL seperti bit.ly atau goo.gl untuk menyembunyikan alamat asli situs mereka.

Jika menerima link pendek dari sumber yang tidak dikenal, sebaiknya periksa dulu dengan alat pemeriksa URL sebelum mengkliknya.

6. Bahasa Pesan yang Mendesak atau Mengancam

Modus umum penipuan link palsu adalah menggunakan bahasa yang memancing kepanikan. Misalnya:
● "Akun Anda akan diblokir dalam 24 jam!"
● "Segera verifikasi data Anda atau akses akan ditutup!"

Pesan dengan nada mendesak seperti ini bertujuan agar korban segera mengklik link tanpa berpikir panjang.

7. Banyak Kesalahan Ejaan dan Tata Bahasa

Pesan yang berisi link palsu biasanya mengandung banyak salah ketik, kalimat tidak baku, atau struktur bahasa yang janggal. Hal ini menunjukkan bahwa pesan tersebut bukan berasal dari institusi resmi.

8. Pengirim atau Alamat Email yang Mencurigakan

Selalu perhatikan alamat email pengirim. Penipu sering meniru alamat resmi, tetapi dengan sedikit modifikasi, seperti:
● support@paypa1.com (menggunakan angka 1)
● info@bank-andaa.com (menambahkan tanda hubung)

Alamat semacam ini sekilas tampak benar, padahal sebenarnya palsu.

9. Tawaran Terlalu Bagus untuk Jadi Nyata

Jika kamu menerima pesan berisi tawaran hadiah besar, diskon fantastis, atau promosi yang tidak masuk akal, kemungkinan besar itu hanyalah umpan untuk menarik kamu mengklik link palsu.

10. Tautan dengan Lampiran Mencurigakan

Beberapa email penipuan juga menyertakan file lampiran dengan format seperti .exe, .zip, atau .rar. File ini sering mengandung malware yang dapat mencuri data atau merusak perangkat.
Hindari membuka atau mengunduh lampiran dari sumber yang tidak kamu kenal.

Kesimpulan

Dengan mengenali ciri-ciri penipuan online di atas, kamu bisa lebih berhati-hati saat menerima link dari sumber yang tidak jelas. Jangan pernah terburu-buru mengklik tautan, terutama jika isinya bersifat mendesak atau menjanjikan sesuatu yang terlalu bagus untuk dipercaya.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK