Akurat

Hukum Acara Perdata: Pilar Penyelesaian Sengketa di Pengadilan

Yusuf Tirtayasa | 15 September 2025, 17:59 WIB
Hukum Acara Perdata: Pilar Penyelesaian Sengketa di Pengadilan

 

AKURAT.CO Hukum acara perdata adalah serangkaian aturan dan prosedur hukum yang mengatur penyelesaian sengketa perdata di pengadilan, mulai dari pengajuan gugatan hingga pelaksanaan putusan.
 
Hukum ini bertujuan menegakkan hak dan kewajiban para pihak yang berselisih secara adil dan tertib. Dengan kata lain, hukum acara perdata merupakan instrumen formal yang memastikan hukum perdata materiil, yakni hukum yang mengatur hubungan antara individu atau badan hukum, dapat diterapkan secara efektif.
 
Tujuan Hukum Acara Perdata
 
Salah satu tujuan utama hukum acara perdata adalah menegakkan hukum perdata materiil. Melalui mekanisme pengadilan, hak dan kewajiban para pihak yang diatur dalam hukum materiil dapat ditegakkan secara sah. Selain itu, hukum acara perdata juga menjamin kepastian hukum, dengan prosedur dan aturan yang jelas agar penyelesaian sengketa berlangsung teratur, adil, dan transparan.
 
Tahapan Umum dalam Hukum Acara Perdata
 
1. Tahap Persiapan: Penggugat mengajukan gugatan ke pengadilan, sementara pihak tergugat mempersiapkan pembelaan. Pada tahap ini, pengumpulan bukti dan dokumen menjadi kunci keberhasilan proses selanjutnya.
 
2. Tahap Persidangan: Hakim memeriksa perkara, mendengarkan argumen dan bukti dari kedua pihak, hingga memutuskan perkara berdasarkan fakta dan hukum yang berlaku.
 
3. Tahap Pelaksanaan (Eksekusi): Jika putusan telah berkekuatan hukum tetap dan salah satu pihak tidak mematuhinya, proses eksekusi dilakukan untuk menegakkan putusan pengadilan.
 
Sumber Hukum Acara Perdata di Indonesia
 
Hukum acara perdata bersumber dari perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan, Herziene Indonesisch Reglement (HIR), dan Rechtsreglement Buitengewesten (RBg). Selain itu, yurisprudensi putusan hakim terdahulu serta doktrin dan kebiasaan hukum di masyarakat juga menjadi pedoman dalam praktiknya.
 
Dengan adanya hukum acara perdata, proses penyelesaian sengketa di Indonesia menjadi lebih tertib, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus melindungi hak-hak setiap pihak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
 
Dinda NS (Magang) - Artikel Tekno

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.