Usulan Penangguhan Tersangka Pembubaran Ibadah di Sukabumi Bisa Picu Perpecahan Agama

AKURAT.CO Usulan Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Thomas Harming, untuk menangguhkan tujuh tersangka kasus perusakan rumah singgah dan pembubaran ibadah di Kampung Tangkil, Jawa Barat menuai kontroversi.
Jika usulan itu dikabulkan, maka dikhawatirkan akan memperparah kasus intoleransi dan penistaan agama di Indonesia.
"Saya kira kasus penistaan dan intoleransi akan terus menjadi problematika di negara kita," kata Pakar Hukum Universitas Sahid, Saiful Anam, saat dihubungi Akurat.co, Senin (7/72025).
Baca Juga: Menteri HAM Tampar Pernyataan Staf Khusus: Tolak Penangguhan Penahanan Pelaku Intoleransi Sukabumi
Saiful mengatakan, jika pelaku perusakan dan pelarangan ibadah serta penistaan agama ditangguhkan penahanannya, maka diduga akan banyak pelaku yang akan menganggap biasa saja jika melakukan penistaan.
"Jangan sampai pelaku penistaan kemudian seperti diberikan kebebasan, maka akan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat. Jika pelaku penistaan dibiarkan begitu saja berkeliaran, maka jangan salahkan akan terjadi berbagai macam kekacauan di berbagai daerah," tambahnya.
Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak terlebih aparat penegak hukum. Jika aparat hukum tidak dapat berlaku tegas kepada pelaku penistaan agama, maka dikhawatirkan masyarakat akan main hakim sendiri.
"Dan yang paling tidak diharapkan adalah rakyat akan tidak lagi mempercayai negara dalam melindungi pemenuhan hak untuk beragama rakyatnya," jelasnya.
Baca Juga: Hotman Paris Geram: Menteri HAM Jangan Lindungi Pelaku Intoleransi Sukabumi
Untuk itu, dia berharap selain penegakan hukum yang optimal, juga diperlukan pemahaman akan bahaya ancaman penistaan agama. Serta penguatan kultur masyarakat yang anti terhadap penistaan agama.
Tidak hanya itu, struktur aparaturnya juga harus memberikan contoh yang baik terutama terhadap bahaya bagi pelaku penistaan agama.
"Kita semua bertanggung jawab menjaga keharmonisan dan kedamaian bangsa, salah satunya dengan antar umat beragama saling menghargai satu sama lainnya dengan tidak saling menjerumuskan dan menjatuhkan," tegas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







