Akurat

Pemerintah Harus Usut Tuntas Jaringan Internasional di Balik Penyelundupan 1,2 Ton Kokain

Ahada Ramadhana | 17 Mei 2025, 21:06 WIB
Pemerintah Harus Usut Tuntas Jaringan Internasional di Balik Penyelundupan 1,2 Ton Kokain

AKURAT.CO TNI AL berhasil menyita 1,2 ton kokain dan 705 kilogram sabu senilai total sekitar Rp7 triliun. Keberhasilan tersebut dinilai mencerminkan profesionalisme prajurit TNI.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Idrus Salim Aljufri, mengatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pertahanan negara berada di garda terdepan, dalam menjaga kedaulatan dan masa depan generasi bangsa dari ancaman narkotika.

Dia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL), dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika seberat 1.905 kilogram, oleh kapal ikan berbendera Thailand di perairan Selat Durian, Kepulauan Riau, Rabu lalu.

Baca Juga: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal Senilai Rp1,3 Miliar di Jateng

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI AL, khususnya yang bertugas di Lanal Tanjung Balai Karimun," kata dia, Sabtu (17/5/2025).

Menurutnya, pengungkapan kasus penyeludupan narkoba oleh TNI AL bukan hanya sekedar penggagalan penyelundupan. Namun, lebih dari itu ialah menyelamatkan nasib bangsa.

"Ini bukan sekadar penggagalan penyelundupan, ini adalah penyelamatan masa depan anak-anak kita dari kehancuran yang dibawa narkoba," ucapnya.

Menurutnya, penyelundupan narkoba lintas negara, apalagi dalam jumlah sebesar ini, adalah bentuk agresi non-militer terhadap kedaulatan bangsa yang harus ditanggapi serius oleh seluruh elemen negara.

"Bayangkan, jika narkoba sebanyak ini berhasil masuk ke pasar gelap Indonesia, bisa menghancurkan jutaan jiwa dan merusak sendi-sendi sosial kita. Ini adalah bentuk perang modern yang menyasar moral dan mental bangsa," jelasnya.

Dia pun mendorong pemerintah dan seluruh lembaga penegak hukum, untuk mengusut tuntas jaringan internasional di balik aksi penyelundupan ini. Termasuk, kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak dari dalam negeri.

Baca Juga: Hidayat Arsani Siap Berantas Kasus Penyelundupan di Kepulauan Babel

"Saya mendukung penuh TNI AL, BNN, Polri, dan Bea Cukai untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik penyelundupan ini. Jangan hanya berhenti pada ABK yang dibayar Rp14 juta. Ini jelas operasi besar yang punya jaringan kuat dan terorganisir," tambahnya.

Dia juga mendorong kepada seluruh stakholder dan masyarakat, untuk bersama-sama menjadikan narkoba sebagai musuh bersama.

"Ancaman narkoba adalah musuh bersama yang memerlukan sinergi lintas sektor, tidak hanya penindakan, tapi juga pencegahan melalui edukasi dan ketahanan keluarga," tegas dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.