BNN Libatkan Semua Fungsi Intelijen untuk Perang Total Melawan Narkoba

AKURAT.CO Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kini melibatkan seluruh elemen intelijen lintas instansi dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba.
Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, mengatakan, hal ini dilakukan untuk memperkuat sinergi penegakan hukum dan memperluas jaringan operasi di seluruh Indonesia.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan semua stakeholder yang terkait dengan penegakan hukum. Di setiap institusi itu ada unsur intelijennya, mulai dari Bea Cukai, TNI, BIN, Polri, hingga Kesbangpol di lingkungan pemerintah daerah," kata Marthinus usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks DPR-MPR RI, Senin (5/5/2025).
Marthinus menegaskan, operasi intelijen dalam pemberantasan narkoba tidak lagi sekadar operasi rahasia atau klandestin.
Ia menekankan, intelijen modern menggabungkan pendekatan tertutup dan terbuka untuk mengumpulkan informasi strategis, sekaligus membangun kekuatan berbasis komunitas.
Baca Juga: Baleg DPR: Substansi RUU Perampasan Aset Harus Fokus pada Kerugian Negara
“Intelijen bukan hanya operasi diam-diam. Ini tentang kemampuan berpikir strategis, menggunakan semua pendekatan untuk mengumpulkan informasi dan membangun dukungan masyarakat," jelasnya.
Meski demikian, Marthinus mengungkapkan, keberhasilan operasi BNN saat ini belum optimal karena keterbatasan jumlah sumber daya manusia (SDM) di bidang intelijen.
Saat ini, BNN hanya memiliki sekitar 200 personel intelijen aktif untuk mengawasi jaringan narkoba di seluruh wilayah Indonesia.
“Bayangkan, kami harus menangkap jaringan narkoba dari ujung barat ke timur Indonesia hanya dengan 200 orang. Ini jelas belum ideal untuk wilayah yang sangat luas seperti Indonesia," tegasnya.
Untuk memperkuat kapasitas operasional, BNN telah mengajukan rencana penambahan SDM.
Rencananya, BNN akan merekrut 503 penyidik tambahan—133 orang ditempatkan di BNN pusat dan 370 orang di BNN daerah.
Selain itu, dibutuhkan 260 analis intelijen, terdiri dari 23 orang untuk pusat dan 237 untuk daerah.
“Keberhasilan maksimal dalam pemberantasan narkoba harus ditopang oleh kekuatan SDM yang mumpuni. Jika tidak, upaya kita akan selalu jauh dari optimal," pungkas Marthinus.
Baca Juga: Terlengkap! Daftar Film Horor yang Tayang Mei 2025 di Bioskop: Ada Sekuel hingga Kisah Nyata
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








