Akurat

Sayembara Tangkap Harun Masiku jadi Dorongan Moral KPK

Oktaviani | 29 November 2024, 16:24 WIB
Sayembara Tangkap Harun Masiku jadi Dorongan Moral KPK

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi inisiatif politikus Partai Gerindra, Maruarar Sirait, yang mengadakan sayembara senilai Rp8 miliar untuk membantu menangkap buronan kasus suap, Harun Masiku, yang hingga kini masih dalam pencarian.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut sayembara ini menjadi dorongan moral bagi lembaga antirasuah untuk terus fokus mencari Harun Masiku, mantan caleg PDIP yang buron sejak awal 2020.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pak Maruarar. Ini menjadi dorongan moral bagi KPK untuk terus bekerja mencari Harun Masiku. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk melaporkannya kepada KPK," kata Asep, Kamis (28/11/2024).

Asep berharap,sayembara ini menarik perhatian masyarakat untuk membantu KPK dalam upaya pencarian.

Ia optimistis inisiatif tersebut dapat meningkatkan kesadaran publik dan mempercepat penangkapan Harun Masiku.

Baca Juga: Jelang Pembekuan Mesin, Marc Marquez Sebut Memilih Spek Motor Krusial

"Mudah-mudahan semakin banyak yang tertarik dengan sayembara ini, sehingga masyarakat lebih peduli dan aktif memberikan informasi terkait keberadaan Harun Masiku," tambahnya.

KPK juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam membantu pemberantasan korupsi. "Semoga sayembara ini memberikan dampak positif dalam penanganan kasus ini," ujar Asep.

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, memberikan penghargaan khusus kepada Maruarar Sirait atas keberaniannya menggunakan harta pribadi untuk memberantas korupsi.

"Beliau patut diberi penghargaan. Ini adalah teladan luar biasa, di mana seseorang rela mengorbankan hartanya demi membantu negara menangkap pelaku tindak pidana korupsi," tegas Tanak.

Maruarar Sirait, yang kini aktif di Partai Gerindra, mengumumkan sayembara tersebut melalui sebuah video berdurasi 1 menit 21 detik yang beredar di media sosial X.

Dalam video tersebut, ia menyebut sayembara ini digelar karena kurangnya perkembangan dalam penangkapan Harun Masiku.

"Harun Masiku itu siapa sih, kok bertahun-tahun tidak bisa ditangkap? Saya akan memberikan bonus Rp8 miliar uang pribadi saya bagi yang bisa menangkap Harun Masiku. Ini untuk membuktikan bahwa tidak ada yang kebal hukum di NKRI," ujar Maruarar.

Baca Juga: Asosiasi Dosen Indonesia Gelar Seminar Nasional, Dorong Inovasi dan Kontribusi Pengembangan SDM

Ia juga menyinggung pentingnya membongkar kasus besar yang melibatkan Harun Masiku, termasuk pihak-pihak yang mungkin melindunginya.

"Ayo, kita cari bersama. Kenapa Harun Masiku bisa hilang? Siapa yang menghilangkan? Kasus apa yang ada di belakangnya? Politik itu suci, membela yang lemah dan membongkar kasus-kasus besar yang tertutup," seru Maruarar.

Sayembara ini menjadi bukti nyata dukungan masyarakat, khususnya tokoh politik, dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Maruarar berharap langkah ini dapat memacu semangat untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.