AKURAT.CO Kejaksaan Agung resmi menahan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan 2016-2017, Prasetyo Boeditjahjono, Minggu (3/11/2024).
Setelah menangkap dan menetapkanya sebagai tersangka korupsi dalam pembangunan jalur kereta api Besitang-Langsa pada Balai Teknik Perkeretaapian Medan tahun 2017-2023.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Abdul Qohar, mengatakan, akibat ulah Prasetyo, pembangunan jalan kereta api Besitang-Langsa tidak dapat difungsikan sehingga merugikan negara senilai Rp1,1 triliun.
"Akibat perbuatan PB tersebut membuat pembangunan jalan kereta api Besitang-Langsa tidak dapat difungsikan. Sehingga menyebabkan kerugian negara Rp1.150.087.853.322," jelas Qohar saat konferensi pers di Gedung Bundar, Jakarta, Minggu malam.
Baca Juga: Bahas Isu Lingkungan, Presiden Prabowo Akan Kumpulkan Pejabat Daerah se-Indonesia
Menurutnya, penyidikan kasus ini sudah dilakukan sejak 4 Oktober 2023.
Prasetyo sendiri menjabat Dirjen Perkeretaapian Kemenhub periode 2016-2017.
"Terakhir saudara PB menjabat sebagai ahli Menteri Bidang Teknologi, Lingkungan dan Energi pada Kementerian Perhubungan RI," kata Qohar.
Saat ini terhadap Prasetyo telah dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.
"Terhadap PB dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Kejaksaan Agung RI," ujar Qohar.
Atas perbuatannya, Prasetyo dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20/2021 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Baca Juga: KPAI Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Judi Online di Kementerian Komdigi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








