Terungkap! Anak Cucu SYL Ikut Rombongan Kementan Pergi Umroh
Oktaviani | 5 Juni 2024, 17:49 WIB

AKURAT.CO Pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur mengakui anak dan cucu mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ikut dalam rombongan umroh Kementan.
Pengakuan itu disampaikan Bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/6/2024), dengan terdakwa mantan Mentan, Syahrul Hasin Limpo (SYL), mantan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, dan mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Muhammad Hatta.
Awalnya, Hakim Ketua Rianto Adam Pontoh menanyakan soal rombongan kementan yang ikut umroh. Apakah terdapat keluarga SYL di dalamnya.
"Apakah keluarga terdakwa SYL ada ikut?," tanya Hakim Pontoh.
"Ada," jawab Fuad.
"Siapa?" tanya hakim Pontoh.
"Saya tidak hafal, kerena saya tidak menangani," jawab Fuad.
Hakim kemudian menjelaskan soal kesaksian Kemal Redindo, anak SYL saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang SYL. "Kemarin (dalam.persidangan) Dindo (Kemal Redindo) sudah akui," ujar Hakim Pontoh.
"Jadi salah satu anak, menantu, cucu?" tanya Hakim Pontoh mempertegas.
"Cucu ada, iya (Kemal Redindo)," jawab Fuad.
Terkait perjalanan umroh, Fuad memastikan pihaknya hanya melayani pemesanan atau reservasi tiket pesawat dan visa rombongan, pada 28 Desember 2022.
"Benar pemesanan tiket dan visa," kata Fuad.
Baca Juga: Kekuatan Paspor Indonesia
"Benar ada perjalanan. Jadi itu benar adanya. Kami Maktour membantu memfasilitasi mendapatkan tiket," ditambahkan Fuad.
Menurut Fuad, pemesanan tiket pesawat pada akhir tahun itu dibantu pihaknya lantaran selain umroh, SYL juga ada pertemuan bilateral dengan pemerintah Saudi Arabia.
"Yang kami dengar ada pertemuan bilateral," kata dia.
"Peraturan di Maktour tidak ada jual tiket, tapi itu hari saya kaget. Itu bisa karena membantu kementerian dalam rangka pertemuan bilateral, saya mendapat informasi dari staf saya Ismail," kata Fuad.
Dia menjelaskan, jumlah rombongan yang berangkat umroh sekitar 26 orang, dan dengan total biaya yang dikeluarkan sejumlah Rp1.793.600.000, untuk visa dan tiket pesawat pulang pergi.
Terkait pembayaran, disampaikan Fuad, pihak Kementan yang melakukan pembayaran pemesanan tiket dan visa. Pembayaran, kata dia, dilakukan tiga kali sebelum keberangkatan.
"Kurang lebih ada 26 sampai 28 orang. (Total) 1 (miliar) lebih. Rp1,7 (miliar)," kata Fuad.
"3 kuitansi itu pelunasan di depan?," tanya Jaksa KPK.
"Iya," jawab Fuad.
Meski sudah dibayar, ternyata pihak Kementan masih memiliki sangkutan atau utang atas perjalanan rombongan tersebut.
"Masih ada hutang?" tanya Jaksa
"Kalau dihitung dari totalnya ada kurang lebih seratusan. Kalau hitung totalnya ada, tapi ngga seberapa," jawab Fuad.
"Karena kalau dari invoice ada selisih. Sekitar 78 (Juta) perhitungan kami," tutur Jaksa menimpali.
Dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, terungkap SYL menggunakan anggaran Kementerian Pertanian untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.
Di antaranya untuk pembayaran dokter kecantikan anak, renovasi rumah anak, setoran ke istri setiap bulan, pembelian mobil untuk anak, hingga membayar tagihan kartu kredit SYL.
Anak SYL, Kemal Redindo sebelumnya mengakui menerima satu unit mobil merek Pajero. Belakangan mobil itu disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga terkait perbuatan rasuah SYL.
Hal itu terungkap saat Kemal bersaksi dalam lanjutan sidang kasus dugaan korupsi di Kementan dengan terdakwa yakni mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo alias SYL; mantan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono; serta mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Muhammad Hatta, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Dikatakan Kemal, mobil Pajero itu diterima saat masa akhir jabatan SYL selaku Mentan. Kemal mengklaim tak mengetahui sosok pemberi mobil itu.
"Kalau yang di Makassar ada yang tersita ada mobil Pajero. Saya kurang tahu. Kami hanya menerima saja," ujar Kemal saat bersaksi.
Baca Juga: Ramai Fenomena Suporter Wanita Timnas Indonesia yang Disebut 'Cegil Fomo', Ini Komentar Jordi Amat
Saat diterima, klaim Kemal, terdapat logo Partai Nasdem pada mobil tersebut. Sebab itu, Kemal mengira mobil itu berasal dari Partai Nasdem.
"Kami mengira itu dari Nasdem, karena sudah ada logo Nasdemnya, sudah ada mukanya bapak, itu intinya," kata Kemal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










